5 Tokoh Perempuan yang Dinilai Cocok Memimpin Indonesia 2026
Sherly memimpin daftar tokoh perempuan yang dinilai cocok memimpin Indonesia dengan perolehan 25%, diikuti Khofifah (12%), Puan (4%), Susi (3%), dan Risma (1%).
5 Tokoh Perempuan yang Dinilai Cocok Memimpin Indonesia
(Tahun 2026)
Unduh
Peluang bagi pemimpin perempuan untuk mengemban amanah di tingkat nasional kian diperhitungkan seiring menguatnya tuntutan publik akan gaya kepemimpinan yang adaptif.
Survei Tempo Data Science bertajuk Survei Publik terhadap Kinerja Pemerintah dan Dinamika Politik Nasional merekam peta preferensi masyarakat terhadap tokoh-tokoh perempuan yang dinilai paling cocok memegang kepemimpinan di masa depan.
Riset tersebut digelar pada 31 Juli sampai 11 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.260 responden di 38 provinsi dengan sampling error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.
Sherly Tjoanda memuncaki daftar pilihan publik dengan perolehan 25% suara berkat gaya kepemimpinan inklusif yang dekat dengan masyarakat. Ia menempatkan sektor pendidikan sebagai fokus utama untuk memajukan daerah serta menyiapkan masa depan generasi muda.
Selain fokus pada dunia pendidikan, ia dikenal memiliki gaya komunikasi khas serta transparansi tinggi dalam melaporkan berbagai capaian kerja maupun rencana pembangunan langsung kepada publik melalui media sosial.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Perempuan Terbanyak di Kursi Parlemen 2025
Khofifah Indar Parawansa menyusul di urutan kedua dengan raihan 12% atas kinerjanya dalam merumuskan kebijakan publik yang berkeadilan. Gubernur Jawa Timur ini konsisten menghadirkan program pemberdayaan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas.
Langkah tersebut diwujudkannya melalui berbagai inisiatif konkret seperti Jatim Puspa guna menggerakkan ekonomi warga serta perluasan ruang partisipasi yang setara bagi perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
Tertinggal jauh, Puan Maharani berada memperoleh 4% suara berkat perannya di lembaga legislatif. Sebagai ketua DPR RI, ia konsisten mendorong agar panggung politik memberi ruang setara bagi kaum hawa.
Melalui posisi strategis tersebut, ia berupaya memastikan suara politisi perempuan di parlemen mampu mewarnai setiap produk regulasi dan pengawasan program agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di bawahnya, Susi Pudjiastuti mengantongi 3% dukungan publik yang memperlihatkan kuatnya daya tarik integritas serta prinsip teguh dalam mengelola sektor strategis. Reputasi tersebut melekat berkat rekam jejaknya sebagai mantan menteri kelautan yang konsisten memberantas pencurian ikan lewat kebijakan berani.
Modal profesionalisme tersebut kini dibawanya ke ranah korporasi menyusul penunjukannya sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB untuk memperkuat fungsi pengawasan perusahaan.
Tri Rismaharini melengkapi daftar ini dengan perolehan 1% dukungan publik berkat rekam jejak kepemimpinan eksekutif yang sarat pengalaman sebagai Wali Kota Surabaya hingga Menteri Sosial.
Gaya kepemimpinan yang dikenal blusukan serta fokus pada penataan wilayah dan program perlindungan sosial menjadi modal utama sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
Deretan figur tersebut membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan publik masa depan bertumpu sepenuhnya pada kapasitas serta rekam jejak nyata. Publik kini semakin rasional dalam menakar kelayakan seorang pemimpin berdasarkan kerja konkret yang langsung dirasakan masyarakat.
Sumber:
https://www.youtube.com/live/SyUvBkZ4Qno?si=jDLPPajoPT5LeZZH
Key Insights
- Sherly Tjoanda memimpin dengan 25% suara, menandakan tingginya preferensi publik terhadap pendekatan inklusif dan fokus pendidikan yang transparan di ruang digital.
- Perbedaan persentase yang signifikan antara Sherly Tjoanda (25%) dan Khofifah Indar Parawansa (12%) mengindikasikan bahwa gaya kepemimpinan adaptif lebih diminati daripada sekadar kinerja kebijakan.
- Dukungan rendah untuk tokoh seperti Puan Maharani (4%) dan Susi Pudjiastuti (3%) menunjukkan bahwa pengalaman di lembaga legislatif atau rekam jejak integritas saja belum cukup untuk menarik dukungan luas.
- Pendekatan blusukan dan rekam jejak panjang Tri Rismaharini hanya mendulang 1% dukungan, memperlihatkan bahwa preferensi publik nasional kini mulai bergeser ke arah model kepemimpinan yang berbeda.
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Tren Harga Telur Ayam Ras Semester I 2026
10 Daerah dengan Tingkat Kejahatan Terendah di Jawa Tengah 2025