Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$5,64 Miliar Q1 2026
Ekonomi Makro & Mikro • 6 Juni 2026Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$89,1 juta pada April 2026, melanjutkan tren surplus selama 72 bulan terakhir
Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$89,1 juta pada April 2026, melanjutkan tren surplus selama 72 bulan terakhir
Sebanyak 43% publik menyebut bahwa sistem perpajakan di Indonesia saat ini kurang baik, diikuti oleh 10% yang menilai tidak baik sama sekali
Survei GoodStats mengungkapkan hanya 16% publik yang menilai bahwa tarif pajak di Indonesia sudah ideal
Pajak Kendaraan Bermotor (80%) jadi jenis pajak yang paling diketahui publik RI, diikuti Pajak Penghasilan (75%) serta Pajak Bumi dan Bangunan (64%)
Pada April tahun 2026, cadangan devisa negara sebesar US$146,2 miliar, turun sebesar 4,1% dibandingkan cadangan pada Mei tahun 2025 yang senilai US$152,5 miliar
Pada 2026, sebanyak 51,9% anak muda berinvestasi, didominasi emas perhiasan 33,6% dan saham reksadana digital 23,1%
GDP Indonesia diproyeksi tumbuh 4,7% pada tahun 2026 dan akan terus naik 5,2% pada tahun 2027, menurut World Bank
Pada 2025, usaha mikro mendominasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan porsi 80,61% dari total 875.641 perusahaan terdaftar
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia diproyeksikan akan meningkat mencapai 5,7% pada 2026 dan 5,9% pada 2027
Indonesia menjadi negara ke-2 yang paling yakin bahwa ekonomi dunia akan menguat pada tahun 2026, dengan persentase 81%
Jawa Barat menjadi provinsi dengan nilai ekspor terbesar, mencapai US$35,45 miliar atau 13,82% dari total ekspor nasional Januari-November 2025
Hingga November 2025, IKK selalu berada di atas angka 100, menunjukkan bahwa sejauh ini optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga
Pada November 2025, Bank Indonesia mencatat inflasi year-on-year (yoy) Indonesia sebesar 2,72%, sedikit turun dari bulan sebelumnya (2,86%)
Monako menjadi negara dengan biaya hidup termahal di dunia, biaya hidupnya mencapai US$7.728 dalam sebulan
Ekspor nonmigas ke China mencapai US$46,47 miliar, tertinggi pada Januari-September 2025
China menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia, mencapai US$62,07 miliar Januari-September 2025
Surplus neraca perdagangan Indonesia terus lanjut hingga September 2025, dengan nilai mencapai US$4,34 miliar
Dengan pendapatan sebesar Rp2.113,3 triliun dan belanja negara Rp2.593 triliun, APBN Oktober 2025 mencetak defisit Rp479,7 triliun
Singapura menjadi negara pemberi utang terbesar ke Indonesia, mencapai US$55,5 miliar per September 2025
Maluku Utara kembali puncaki daftar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, capai 39,1% pada Kuartal III 2025
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook