Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos, sebanyak 81% publik Indonesia optimis bahwa ekonomi dunia akan menguat pada tahun 2026. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata global terhadap 30 negara yang disurvei, yaitu sebesar 49%, dan menjadikan Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara yang paling yakin ekonomi global kian tumbuh, setelah India di posisi puncak dengan angka 82%.
Kendati demikian, proporsi tersebut turun 1% jika dibandingkan dengan survei tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, responden Indonesia yang yakin ekonomi global akan menguat mencapai 82%, bahkan mendudukkan Indonesia di peringkat pertama saat itu.
Baca Juga: China Diproyeksikan Pimpin Ekonomi Global 2075
Sementara itu, jika dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi pertama yang optimis terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, di atas Malaysia dan Thailand dengan masing-masing proporsi sebanyak 71% dan 67%.
Adapun 19% publik Indonesia berpendapat sebaliknya, tidak yakin ekonomi dunia akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2026. Persentase ini jauh lebih kecil daripada rata-rata global yang mencapai 51%.
World Bank dalam laporan Global Economic Prospects 2026 memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan tetap stabil dalam dua tahun ke depan. Meski lambat, ekonomi dunia akan naik sebesar 2,6% pada tahun 2026 sebelum meningkat sebanyak 2,7% pada tahun 2027.
“Dalam beberapa tahun mendatang, ekonomi dunia diperkirakan akan tumbuh lebih lambat daripada di tahun 1990-an yang penuh gejolak. Untuk mencegah stagnasi dan pengangguran, pemerintah negara harus secara agresif meliberalisasi investasi dan perdagangan swasta, mengendalikan konsumsi publik, dan berinvestasi dalam teknologi baru dan pendidikan,” tulis Kepala Ekonom dan Wakil Presiden Senior Ekonomi Pembangunan di World Bank dalam siaran persnya, Washington, Selasa (13/1/2026).
Khususnya bagi negara berkembang, menurutnya pemerintah perlu memperkuat ketahanan fiskal yang belakangan waktu ini melemah akibat tekanan berlapis seperti krisis global, kebutuhan pembangunan yang kian besar, serta meningkatnya beban pembayaran utang.
Meski mayoritas publik Indonesia tergolong optimis, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang cenderung moderat menandakan perlunya antisipasi terhadap berbagai risiko. Optimisme publik perlu diimbangi dengan kebijakan ekonomi yang solid agar peluang penguatan ekonomi global benar-benar berujung pada kesejahteraan yang lebih luas.
Pengumpulan data dalam survei bertajuk Ipsos Predictions Survey 2026 ini dilakukan secara online pada 24 Oktober-7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara. Adapun 1.000 responden berasal dari Indonesia, dengan rentang usia 21-74 tahun.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tantangan Dunia
Sumber:
https://www.ipsos.com/en/ipsos-predictions-survey-2026