Olahraga padel kian menunjukkan popularitasnya di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, jumlah lapangan padel tumbuh pesat, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga raket yang dikenal lebih mudah diakses dibanding tenis ini.
Baca Juga: Indonesia Sebagai Episentrum Baru Padel Dunia
Menurut data Growell, jumlah lapangan padel melonjak dari 240 unit pada 2024 menjadi 947 unit pada 2025, kenaikan sekitar 435% dalam satu tahun. Tren ini diproyeksikan berlanjut: 2.527 lapangan (2026), 4.693 (2027), hingga 5.573 lapangan pada 2028. Jika proyeksi terealisasi, dalam empat tahun kapasitas infrastruktur tumbuh lebih dari 30 kali lipat dibanding 2024.
Tidak hanya itu, hal ini berarti Indonesia kedatangan sekitar 3,8 lapangan padel baru setiap harinya.
Dari yang awalnya hanya 15 lapangan di Bali pada 2021, kini hampir setiap provinsi di Indonesia punya lapangan padelnya sendiri. Pada 2032, jumlah lapangan padel diestimasi mencapai lebih dari 6.700 lapangan, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 74%.
Jumlah klub padel di Indonesia juga terus tumbuh, diestimasi mencapai 722 klub pada 2026, naik 299% dibanding tahun 2025. Tidak hanya itu, setiap harinya diperkirakan 12 klub baru terbentuk, menandakan posisi Indonesia sebagai episentrum padel dunia.
Jakarta Selatan jadi salah satu pusat pertumbuhan padel terbesar di Indonesia, dengan gross monetary value (GMV) lapangan padel yang beroperasi mencapai Rp287 miliar. Di posisi berikutnya ada Banten dengan Rp246 miliar dan Jakarta Barat dengan Rp176 miliar.
GMV sendiri adalah total nilai moneter yang terjual dalam jangka waktu tertentu. GMV menggambarkan volume penjualan kotor, sehingga semakin tinggi nilainya, semakin besar pula potensi keuntungan yang diperoleh.
Dengan proyeksi 5.573 lapangan pada 2028, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar padel dengan ekspansi tercepat di kawasan. Pertanyaannya bukan lagi apakah padel akan tumbuh, melainkan bagaimana kualitas pertumbuhannya: apakah akan terkonsolidasi menjadi jaringan klub besar, atau tetap terfragmentasi dengan pemain lokal?
Anggota komunitas Padel Rek Surabaya dan Ketua Bidang Perwasitan Padel Indonesia (PI) Jawa Timur, Anggara Atmaja, menyebutkan bahwa kenaikan ini salah satunya didorong oleh faktor bisnis. Banyak investor yang merasa membuka usaha padel sangat menguntungkan, mengingat peluangnya yang besar saat ini.
Padel juga dinilai sebagai olahraga yang mudah dilakukan, sehingga peminatnya besar dari seluruh kalangan.
"Terus yang ketiga juga karena ini olahraga baru dan dari sisi organisasi juga dibikin ada, apa yang berjenjang ada, dari sisi rekreasionalnya ada, dan dari sisi prestasinya juga mulai dibentuk," tuturnya ketika dihubungi tim GoodStats, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara dengan Popularitas Padel Tertinggi
Sumber:
https://www.linkedin.com/posts/fayaaz-a-a94980308_indonesia-padel-report-2025-activity-7392531443010142208-NT9R/