Sebagai sumber pendapatan negara yang disokong langsung oleh kantong rakyat, pajak sejatinya merupakan instrumen krusial yang pemanfaatannya wajib didedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat luas. Namun, realitas persepsi di lapangan justru menunjukkan bahwa publik Indonesia masih memiliki pandangan yang miris terkait penerima manfaat pajak.
Berdasarkan survei GoodStats, sebanyak 69% publik Indonesia merasa bahwa pemerintah menjadi pihak yang paling merasakan manfaat pajak, mencerminkan tingginya skeptisisme publik.
Angka ini berarti hampir 7 dari 10 responden meyakini bahwa para pemangku kepentingan justru menjadi penikmat utama uang rakyat.
Baca Juga: Survei GoodStats 2026: Mayoritas Publik RI Menilai Perlu Membayar Pajak
Mirisnya, hanya sebagian kecil responden yang menyatakan bahwa hasil pungutan pajak telah benar-benar dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, yaitu dengan angka 15%. Di sisi lain, terdapat pula segelintir publik yang menilai bahwa para pelaku di sektor dunia usaha adalah pihak yang paling diuntungkan dari instrumen ini, dengan proporsi 3%.
Sementara itu, tercatat sebanyak 12% responden bersikap pasif dengan menjawab tidak tahu. Tingkat golongan abstain ini mengindikasikan bahwa topik mengenai aliran kebermanfaatan pajak masih belum dipedulikan oleh sekelompok publik.
Kepala Prodi (Kaprodi) Magister Akuntansi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Nuritomo menegaskan bahwa rakyat sudah seharusnya menjadi poros utama kebermanfaatan fiskal negara. Menurutnya, tingginya persentase publik yang menunjuk pemerintah sebagai penikmat terbesar sangat dipengaruhi oleh fakta bahwa masyarakat belum merasakan manfaat pajak secara maksimal di akar rumput.
“Pajak itu adalah pungutan yang semestinya digunakan untuk kepentingan rakyat. Saya yakin masyarakat (sudah) merasa membayar pajak adalah suatu yang penting, tapi karena (manfaat) apa yang dirasakan belum ada,” ujarnya dalam diskusi hasil survei yang dilaksanakan secara online pada Selasa (2/6/2026).
Ia mencontohkan, masyarakat pada umumnya lebih mudah mengakui manfaat yang berwujud fisik dan kasat mata, seperti proyek perbaikan atau pembangunan jalan raya.
Senada, survei ini turut mengungkapkan bahwa infrastruktur jalan dan transportasi tercatat sebagai sektor yang manfaat pajaknya paling terasa oleh publik, dengan proporsi mencapai 43%.
Pembangunan infrastruktur fisik ini dinilai jauh lebih terasa manfaatnya oleh masyarakat jika dibandingkan dengan sektor pelayanan dasar lain yang tidak kalah penting, seperti penyediaan fasilitas kesehatan (13%) maupun sektor pendidikan (9%).
Harapannya, pemerintah segera memperkuat asas transparansi dan memperbaiki strategi komunikasi terkait alokasi dana publik. Langkah ini krusial agar masyarakat selaku penyumbang dana dapat melihat dengan gamblang keterkaitan langsung antara pajak yang mereka bayarkan dengan wujud manfaat pajak yang dikembalikan demi kesejahteraan negeri.
Pengumpulan data dalam survei bertajuk Persepsi Masyarakat terhadap Pajak dan Manfaatnya 2026 ini dilakukan secara kuantitatif pada 10 April-20 Mei 2026 dengan melibatkan 1.000 responden. Mayoritas responden berasal dari Pulau Jawa.
Baca Juga: Sektor yang Paling Dirasakan Manfaatnya dari Pajak Menurut Publik RI 2026
Sumber:
https://goodstats.id/publication/persepsi-masyarakat-terhadap-pajak-dan-manfaatnya-2026-u9IUX