RAPBN 2027: Pagu Belanja Negara Diproyeksi Capai Rp4.097 Triliun
Pagu belanja negara dalam RAPBN 2027 terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan transfer ke daerah dengan nominal Rp735,0 triliun.
Pagu belanja negara dalam RAPBN 2027 terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan transfer ke daerah dengan nominal Rp735,0 triliun.
Skor IKK terus menurun sejak Januari 2026. Di sisi lain, skor IKE dan IEK sangat fluktuatif sepanjang Januari-Juli 2026.
Utang luar negeri pemerintah tembus US$216,29 miliar per Juni 2026, turun tipis daripada Mei 2026 yang tercatat sebesar US$217,32 miliar.
Pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 mencapai Rp3.426 triliun, dengan penyokong utama dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.908 triliun.
Sebanyak 36% responden menilai ekonomi lebih buruk dan 7% lainnya menyebut kondisinya sangat lebih buruk dibandingkan tahun lalu.
Utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.293,69 triliun per Juni 2026, dengan rasio sebesar 41,26% terhadap PDB.
Pekerjaan tetap dipilih 65% responden global sebagai tanda kesuksesan, diikuti punya rumah sendiri (58%).
Ketimpangan pengeluaran tertinggi pada Maret 2026 tercatat di DKI Jakarta dengan gini ratio 0,435, lebih tinggi dari angka nasional sebesar 0,368.
NTT (Rp2,5 juta) menjadi provinsi dengan rerata upah pekerja terendah di Indonesia per Mei 2026, diikuti Lampung (Rp2,57 juta) dan Aceh (Rp2,63 juta).
Dengan nominal mencapai Rp5.743.451, Jakarta menjadi provinsi dengan rata-rata upah buruh tertinggi di Indonesia per Mei 2026.
Papua Tengah mencatat 30,41% penduduk miskin, tertinggi di Indonesia pada Maret 2026, diikuti Papua Pegunungan 26,34% dan Papua Barat 18,68%.
Isu politik, personal, dan ekonomi mendominasi pelanggaran kebebasan berekspresi di ranah digital, dengan masing-masing 9 kasus pada Triwulan II 2026
Konsumsi rumah tangga menyumbang 53,32% PDB Indonesia pada Triwulan II 2026, tertinggi dibanding komponen pengeluaran lainnya.
Nilai PDB ADHB industri pengolahan mencapai Rp1.212,1 triliun dengan pangsa 18,50% pada Triwulan II 2026, tertinggi dari lapangan usaha lain.
Pertumbuhan PDB Indonesia pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,29%, turun dari periode triwulan sebelumnya yang sempat menyentuh 5,61%.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDB Indonesia pada Triwulan II 2026 dengan kontribusi 18,50%.
Kepri (Rp4,91 juta) memimpin provinsi dengan rerata upah buruh tertinggi di Pulau Sumatra per Mei 2026, disusul Riau (Rp3,45 juta) dan Kep. Babel (Rp3,25 juta).
Kawasan Jawa catatkan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Indonesia, tembus 56,47% pada Triwulan II 2026
Kawasan Bali dan Nusa Tenggara catatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi, tembus 6,1% pada Triwulan II 2026
Pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh paling pesat sebesar 15,97%, tetapi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 1,07%
atau masuk dengan akun media sosial