Kinerja Penjualan Eceran Diproyeksi Turun pada September 2026
Indeks Penjualan Riil (IPR) pada September 2026 diperkirakan sebesar 221,3 atau turun sebanyak 1,5% dari nilai pada Agustus yang mencapai 226,5.
Indeks Penjualan Riil (IPR) pada September 2026 diperkirakan sebesar 221,3 atau turun sebanyak 1,5% dari nilai pada Agustus yang mencapai 226,5.
Indeks Keyakinan Konsumen di Indonesia pada September 2026 sebesar 118,1 atau turun 0,4 poin dari Agustus yang mencapai 118,5.
Pertumbuhan uang beredar pada Agustus 2026 mencapai 8,2% secara tahunan (yoy), sedikit lebih rendah dari laju pertumbuhan pada Juli yang menyentuh 8,3%.
Kab. Timor Tengah Selatan (1,04%) jadi daerah dengan inflasi terendah per September 2026, disusul Kab. Sorong Selatan (1,38%) dan Kab. Karimun (1,63%).
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa negara pada September 2026 mengalami penurunan 0,1% dibandingkan periode Agustus yang mencapai US$146,5 miliar.
Tingkat inflasi tahunan di Indonesia pada September 2026 menyentuh 3,28%, naik dari inflasi pada Agustus yang hanya 3,19%.
Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,57 triliun pada Semester I 2026, dengan DKI Jakarta memimpin sebesar Rp173,6 triliun.
Kab. Minahasa Utara (9,05%) menjadi daerah dengan inflasi tertinggi per September 2026, disusul Kab. Minahasa Selatan (7,47%) dan Kota Manado (7,32%).
Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi dengan IKK terendah pada tahun 2026, angkanya mencapai 89,06.
Sulawesi Utara (7,59%) menjadi provinsi dengan laju inflasi tahunan tertinggi pada September 2026, diikuti Maluku Utara (5,72%) dan Gorontalo (5,46%).
Anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp131,4 triliun, sedangkan pagu alokasi subsidi listrik mencapai angka Rp130,1 triliun.
Isu kejahatan dan kekerasan jadi yang paling mengkhawatirkan pada September 2026, tembus 32%.
Target penerimaan perpajakan pada tahun 2027 mencapai Rp2.911,95 triliun, dengan sebagan besarnya ditopang oleh sektor pajak sebanyak Rp2.593,35 triliun.
Faktor ekonomi menjadi yang paling berpengaruh terhadap lanskap pariwisata internasional, persentasenya mencapai 51%.
UU APBN 2027 mencatatkan target pendapatan negara mencapai Rp3.435,1 triliun, dengan didominasi oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp2.911,95 triliun.
Pembiayaan utang negara pada tahun 2027 dicanangkan mengalami kenaikan sebesar 0,9% dari outlook 2026 yang besarnya Rp868,1 triliun.
Anggaran Transfer ke Daerah pada tahun 2027 ditetapkan tidak mengalami perubahan dari RAPBN 2027, sedangkan belanja pemerintah pusat capai Rp3.371,26 triliun.
Kota Depok, Jawa Barat, jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Jawa pada 2025, yakni 2,31%.
DPR RI telah mengesahkan UU APBN 2027, dengan rincian pendapatan negara menyentuh Rp3.435,1 triliun dan belanja negara capai Rp4.106,26 triliun.
DPR RI resmi mengesahkan UU APBN 2027. Target pertumbuhan ekonomi dipatok 6% dan lifting minyak bumi naik jadi 612,5 ribu barel/hari.
atau masuk dengan akun media sosial