82% Warganet TikTok Respons Positif Kesepakatan Dagang RI–AS

Sentimen publik TikTok terhadap kesepakatan dagang RI-AS didominasi sentimen positif sebanyak 82,6%, disusul oleh sentimen negatif 14%.

Sentimen Publik terhadap Kesepakatan Dagang RI-AS di TikTok

(Februari 2026)
Ukuran Fon:

Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah kedua negara menyepakati Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada Kamis (19/2/2026). Pemerintah memandang kesepakatan tersebut sebagai strategi memperluas ekspor sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Meski diposisikan sebagai langkah diplomasi ekonomi yang progresif, dinamika di Amerika Serikat turut memengaruhi persepsi publik. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Drone Emprit, terdapat 2.572 artikel media online dengan total 4.080 mentions dan 13.052 sample mentions di media sosial yang membahas isu tersebut.

Baca Juga: Kesepakatan Dagang RI-AS Tuai Sentimen Negatif 70% di X

Respons publik di media sosial Tiktok terhadap kesepakatan dagang ini didominasi sentimen positif sebesar 82,6% berbanding terbalik dengan sentimen publik di media sosial X yang didominasi oleh sentimen negatif.

Sementara itu, sentimen negatif di media sosial TikTok berada di angka 14% dan netral 3,3%. Dukungan publik terutama dilandasi keyakinan bahwa kerja sama ini dapat menjaga produk nasional tetap kompetitif di pasar internasional. Selain itu, sebagian warganet menilai kesepakatan tersebut tetap berada dalam koridor hukum nasional Indonesia.

Narasi positif juga mengapresiasi langkah diplomasi ekonomi yang dinilai aktif dan strategis. Pemerintah dianggap mampu membuka peluang pasar baru sekaligus menjaga stabilitas harga bahan baku impor agar tetap terjangkau.

Sementara itu, sentimen negatif berada di angka 14% yang muncul dari kekhawatiran terhadap sejumlah poin teknis dalam kesepakatan. Isu pengelolaan data konsumen Indonesia oleh pihak asing menjadi perhatian serius. Kewajiban impor bioetanol sebanyak 1.000 ton per tahun turut diperdebatkan karena dinilai berpotensi menimbulkan ketergantungan. Selain itu, kelonggaran kewajiban sertifikasi halal bagi produk impor menjadi isu sensitif yang memicu kritik.

Menariknya, meskipun sentimen positif mendominasi secara angka, emosi yang paling banyak muncul justru kemarahan. Terdapat 187 unggahan atau sekitar 27% percakapan yang mengekspresikan kemarahan. Ekspresi ini dipicu oleh anggapan bahwa regulasi halal terancam, kesepakatan dinilai merugikan Indonesia, hingga kekhawatiran terhadap isu kedaulatan negara.

Baca Juga: Kesepakatan Dagang RI-AS Tuai Respons Negatif di Media Sosial

Sumber:

https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2026707225579024764

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook