Kualitas lingkungan hidup merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga menentukan keberlangsungan aktivitas ekonomi, ketersediaan sumber daya alam, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Karena itu, pemerintah secara rutin mengukur kondisi lingkungan di berbagai daerah melalui Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Baca Juga: Lampaui Target, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup RI Terus Naik
Berdasarkan Laporan Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Tahun 2025, capaian IKLH nasional pada 2025 mencapai 78,58. Angka tersebut berhasil melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 76,49. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas lingkungan hidup Indonesia berada dalam kondisi yang cukup baik dan mengalami perkembangan positif dibandingkan target yang telah direncanakan.
IKLH disusun berdasarkan empat komponen utama, yakni Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Lahan (IKL), dan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL). Karena itu, karakteristik wilayah, tingkat urbanisasi, aktivitas industri, kepadatan penduduk, serta pola pemanfaatan lahan menjadi faktor yang memengaruhi perbedaan nilai indeks antardaerah.
Di tengah capaian nasional yang melampaui target, sejumlah provinsi masih mencatat nilai IKLH yang relatif rendah. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan indeks kualitas lingkungan hidup terendah pada 2025, yakni sebesar 55,28. Jarak yang cukup lebar dibandingkan rata-rata nasional menunjukkan bahwa kawasan metropolitan menghadapi tantangan lingkungan yang lebih kompleks, mulai dari tingginya kepadatan penduduk, aktivitas transportasi, hingga pembangunan.
Setelah DKI Jakarta, Banten menempati posisi berikutnya dengan nilai 69,12. Jawa Barat berada di urutan selanjutnya dengan 71,03, diikuti Jawa Timur sebesar 73,43. Lampung dan Jawa Tengah masing-masing mencatat nilai 73,81 dan 73,85. Sementara itu, Riau memperoleh nilai 74,82, Jambi sebesar 75,05, Sumatra Selatan dengan 75,15, serta Kalimantan Barat sebesar 75,70.
Data tersebut menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hidup masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama daerah dengan tingkat urbanisasi dan aktivitas ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu, upaya menjaga kualitas udara, air, lahan, dan ekosistem pesisir perlu terus diperkuat agar pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kualitas lingkungan hidup di berbagai daerah diharapkan dapat terus meningkat
Baca Juga: Wilayah Papua Punya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Tertinggi
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/13r4bhFB9cLRW0rEqS1zwavcFeBqooOjV/view