Keputusan untuk memiliki anak merupakan salah satu tahapan penting dalam kehidupan. Sebelum memasuki fase tersebut, setiap orang dapat memiliki pertimbangan yang berbeda mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan. Untuk mengetahui pandangan tersebut, United Nations Population Fund (UNFPA) melakukan Demographic Futures Survey 2026.
Baca Juga: Hampir 80% Publik Indonesia Sudah Melek Perencanaan Keuangan pada 2025
Survei dilaksanakan pada Kuartal IV 2025 hingga Kuartal I 2026 terhadap 108.926 responden di 73 negara dan teritori melalui kuesioner daring dengan metode self-administered online survey. Data dikumpulkan oleh Kantar Lightspeed dan GeoPoll, kemudian dianalisis menggunakan post-stratification weighting berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, dan tingkat pendidikan. Responden dalam survei ini merupakan laki-laki dan perempuan berusia 18-39 tahun yang memiliki akses internet sehingga hasilnya tidak mewakili populasi nasional.
Dalam survei ini, responden diminta menilai delapan aspek yang dianggap penting sebelum memiliki anak menggunakan lima kategori jawaban, yaitu tidak penting sama sekali, kurang penting, netral, cukup penting, dan sangat penting. Persentase pada artikel ini merupakan akumulasi responden yang memilih cukup penting dan sangat penting pada setiap aspek.
Hasil survei menunjukkan bahwa memiliki keuangan yang stabil menjadi persiapan yang paling banyak dianggap penting sebelum memiliki anak, dengan persentase 88,4%. Di urutan berikutnya, memiliki pekerjaan yang stabil dipilih oleh 87% responden, disusul kesiapan psikologis atau emosional sebesar 85,2%.
Selain itu, memiliki rumah juga menjadi salah satu persiapan yang banyak diprioritaskan dengan persentase 81,2%. Adapun memiliki pasangan memperoleh persentase 78,1%, diikuti merasa puas dengan karier sebesar 77,3%, serta menyelesaikan pendidikan sebesar 76,2%.
Di antara seluruh aspek yang ditanyakan, pernah menjelajahi dunia menjadi persiapan dengan tingkat kepentingan paling rendah. Meski demikian, lebih dari separuh responden atau 53,7% tetap menganggap pengalaman tersebut penting sebelum memiliki anak.
Temuan ini memperlihatkan bahwa responden lebih memprioritaskan kesiapan yang bersifat mendasar sebelum memiliki anak. Aspek yang berkaitan dengan stabilitas keuangan, pekerjaan, dan kesiapan emosional menempati posisi teratas, sementara pencapaian yang bersifat personal, seperti menjelajahi dunia, berada di urutan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menempatkan kesiapan ekonomi dan pribadi sebagai pertimbangan utama dalam memasuki fase menjadi orang tua.
Baca Juga: Anak Muda Kian Melek Investasi, Emas Jadi Instrumen Favorit 2026
Sumber:
https://www.unfpa.org/demographic-futures-survey