Anak Muda Kian Melek Investasi, Emas Jadi Instrumen Favorit 2026

Emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun digital, jadi instrumen investasi favorit anak muda Indonesia.

Instrumen Investasi Anak Muda Indonesia

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Kesadaran generasi muda Indonesia terhadap pentingnya investasi terus meningkat pada 2026. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan berkembangnya akses layanan keuangan digital, anak muda mulai aktif mencari instrumen investasi yang dianggap aman sekaligus mampu memberikan keuntungan jangka panjang. 

Menurut survei Muda Bicara ID, sebanyak 51,9% responden anak muda tengah melakukan investasi saat ini, sedangkan 16% tercatat tidak pernah. Ada pula 32,1% yang mengaku pernah berinvestasi, namun saat ini sudah tidak.

Emas perhiasan menjadi instrumen investasi paling populer dengan 33,6%. Tingginya minat terhadap emas perhiasan menunjukkan bahwa sebagian anak muda masih melihat emas tidak hanya sebagai aset investasi, tetapi juga barang yang memiliki nilai guna dan estetika.

Selain mudah diperjualbelikan, emas dinilai relatif aman dari fluktuasi pasar yang tajam dibandingkan instrumen investasi lain.

Baca Juga: Negara dengan Investasi Terbesar di Indonesia

Di posisi kedua, investasi saham dan reksadana digital mencatat angka 23,1%. Tren ini memperlihatkan semakin banyak anak muda yang mulai familiar dengan instrumen pasar modal, terutama sejak hadirnya aplikasi investasi digital yang mempermudah akses pembelian saham maupun reksadana.

Kemudahan membuka akun investasi secara online serta modal awal yang semakin terjangkau membuat instrumen ini semakin diminati generasi muda.

Selain emas perhiasan, investasi emas fisik juga masih cukup populer dengan persentase 18,4%. Sementara itu, emas digital dipilih oleh 12,6% responden. 

Instrumen aset kripto juga masih menarik perhatian generasi muda dengan angka 11,6%. Meski dikenal memiliki risiko tinggi akibat volatilitas harga yang besar, sebagian anak muda tetap tertarik berinvestasi di kripto karena potensi keuntungan yang cepat.

Namun, dibandingkan emas dan saham, minat terhadap kripto terlihat lebih rendah. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sebagian investor muda mulai mempertimbangkan faktor keamanan dan stabilitas dalam memilih instrumen investasi.

Sementara itu, investasi tanah dan properti menjadi instrumen yang paling sedikit dipilih dengan persentase hanya 0,7%.

Adapun Survei Nasional Muda Bicara ID ini dilakukan pada 1-30 Maret 2026 dengan melibatkan 800 responden berusia 17-40 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui computer-assisted self interviewing, sementara pemilihan sampel menggunakan stratified random sampling untuk memastikan sampel terpilih dapat menjadi representasi proporsional dari setiap subkelompok populasi.

Baca Juga: Ekonomi dan Bisnis 10 Produk Investasi yang Paling Diminati Indonesia pada 2025

Sumber:

https://www.mudabicara.id/kajian/rilis-laporan-survei-nasional-muda-bicara-id-q1/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook