Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia Januari-Juni 2026

Cadangan devisa Indonesia meningkat pada Juni 2026 menjadi US$145,6 miliar.

Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia

(Januari-Juni 2026)
Ukuran Fon:

Cadangan devisa menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga ketahanan ekonomi suatu negara. Selain berfungsi sebagai alat pembayaran internasional, cadangan devisa juga berperan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memenuhi kebutuhan impor, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian nasional.

Gambaran tersebut tercermin dalam siaran pers Bank Indonesia mengenai yang dirilis pada Selasa (7/7/2026). Dalam laporan tersebut, Bank Indonesia menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap berada pada level yang kuat meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun jika melihat cadangan devisa sepanjang 2026, bulan Januari menjadi yang tertinggi dengan mencatatkan angka US$154,6 miliar. Cadangan devisa Indonesia sedikit menurun pada Februari menjadi US$151,9 miliar, dan kembali turun pada bulan berikutnya menjadi US$148,2 miliar.

Tren penurunan tersebut masih berlanjut pada April dan Mei dengan posisi cadangan devisa masing-masing sebesar US$146,2 miliar dan US$144,9 miliar. Namun pada Juni 2026, cadangan devisa meningkat tipis menjadi US$145,6 miliar, menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan posisi sebelumnya.

Baca Juga: Berapa Cadangan Devisa Negara dalam 1 Tahun Terakhir?

Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Di sisi lain, cadangan devisa juga digunakan untuk mendukung kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah guna menjaga ketahanan sektor eksternal serta stabilitas perekonomian nasional.

Bank Indonesia menilai posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 masih berada pada level yang memadai. Nilainya setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah, sehingga masih memenuhi standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

Kondisi ini dinilai mampu menjaga ketahanan sektor eksternal sekaligus mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Baca Juga: Naik Turun Devisa Indonesia pada Sektor Pariwisata

Sumber:

https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2813126.aspx

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook