Struktur simpanan masyarakat di perbankan menunjukkan kesenjangan yang cukup tajam antar kelompok nominal. Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mayoritas rekening di Indonesia didominasi saldo kecil di bawah Rp100 juta, sedangkan saldo yang nilainya miliaran rupiah jumlahnya jauh lebih terbatas.
Rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta tercatat mencapai 658,04 juta pada Desember 2025, menjadi kelompok terbesar secara absolut. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih berada pada kategori tabungan ritel dengan nominal relatif rendah.
Baca Juga: Perubahan Perilaku Menabung Publik RI 1 Tahun Terakhir
Pada kelompok berikutnya, jumlah rekening turun drastis. Rekening dengan nominal Rp100 juta–Rp200 juta tercatat sebanyak 3,36 juta rekening, sementara Rp200 juta–Rp500 juta sebanyak 2,36 juta rekening. Penurunan ini mengindikasikan semakin kecilnya populasi nasabah seiring naiknya kelas nominal simpanan.
Untuk kategori yang lebih tinggi, jumlahnya semakin menyusut. Rekening dengan saldo Rp500 juta–Rp1 miliar berjumlah 896 ribu rekening. Sementara itu, kategori Rp1 miliar–Rp2 miliar tercatat 392 ribu rekening, dan Rp2 miliar–Rp5 miliar sebanyak 230 ribu.
Adapun rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar hanya mencapai 154 ribu. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan ratusan juta rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta, menggambarkan konsentrasi dana besar pada segelintir rekening.
Data di atas menegaskan bahwa distribusi dana simpanan masih sangat terpusat. Meski jumlah rekening kecil sangat banyak, bukan berarti total dana yang tersimpan juga kecil, karena rekening bernominal besar, walau jumlahnya sedikit, berpotensi menyimpan porsi dana yang signifikan.
Struktur ini mencerminkan potret daya simpan masyarakat sekaligus menjadi indikator penting dalam membaca tingkat literasi keuangan, kemampuan menabung, serta distribusi kekayaan di Indonesia.
Baca Juga: 10 Bank Terpercaya di Dunia, BCA Peringkat Pertama!
Sumber:
https://lps.go.id/ringkasan-simpanan-bank-umum-12-25/