Menurut hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia mencapai 284,67 juta jiwa pada 2025, naik 1,08% per tahun dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini mengalami perlambatan, dari yang sebelumnya mencapai 1,43% secara tahunan dari 2010 hingga 2015.
Jika ditinjau menurut kelompok usianya, sebanyak 68,94% penduduk Indonesia masuk dalam kelompok usia produktif, yakni mereka yang berusia 15-64 tahun. Proporsinya ini mengalami kenaikan dibanding hasil Survei Penduduk (SP) 2020 yang sebesar 69,28%.
Sebaliknya, proporsi penduduk usia nonproduktif, yakni mereka yang berusia 0-14 tahun dan di atas 65 tahun, mengalami pola yang berbeda. Proporsi penduduk usia 0-14 tahun turun dari 24,56% pada SP2020 menjadi 23,44% pada SUPAS 2025, sedangkan persentase penduduk usia 65 tahun ke atas naik dari 6,16% pada 2020 menjadi 7,62% pada 2025.
Baca Juga: Melihat Distribusi Penduduk di Indonesia, Sudahkah Merata?
Dengan demikian, rasio ketergantungan Indonesia pun sedikit meningkat pada 2025. Rasio ini merupakan perbandingan penduduk usia nonproduktif dengan usia produktif. Semakin tinggi angka rasio ketergantungan, semakin besar pula beban ekonomi yang ditanggung kelompok usia produktif untuk mendukung kelompok nonproduktif.
Pada SUPAS 2025, diperoleh rasio ketergantungan sebesar 45,05, yang berarti 100 penduduk usia produktif menanggung 45 orang penduduk usia nonproduktif.
Dari SP2010, rasio ketergantungan Indonesia cenderung menurun, baru meningkat tipis pada 2025. Menurut SP2010, rasio ketergantungan tercatat sebesar 51,31, yang kemudian turun menjadi 49,20. Pada SP2020, rasio ketergantungan turun cukup besar ke angka 44,33.
Menurut BPS, dari 2015-2025, rasio ketergantungan di Indonesia masih berada di bawah 50, yang berarti Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi.
Baca Juga: Penduduk Indonesia Didominasi Lulusan SMA pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2645/hasil-survey-penduduk-antar-sensus.html