Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum dengan berlandaskan prinsip kekeluargaan dan semangat ekonomi rakyat. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka bagi siapa pun. Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya melalui pengelolaan usaha bersama. Lebih dari itu, koperasi juga berperan membangun tatanan perekonomian nasional yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Untuk memastikan peran tersebut berjalan secara berkelanjutan, koperasi dituntut memiliki tata kelola organisasi yang sehat. Salah satu indikatornya tercermin dari status koperasi aktif. Koperasi aktif didefinisikan sebagai koperasi yang selama tiga tahun berturut-turut menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta menjalankan kegiatan usaha secara konsisten.
Baca Juga: Ekonomi dan Kemiskinan Jadi Isu Prioritas Publik Kuartal IV 2025
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah koperasi aktif di Indonesia tercatat sebanyak 222.462 unit. Dari total tersebut, Jawa Timur mencatat jumlah terbanyak, yakni 30.132 unit. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan basis koperasi aktif terbesar secara nasional. Tingginya jumlah koperasi aktif menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam sistem ekonomi berbasis gotong royong serta dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor koperasi.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 24.629 koperasi aktif dan Jawa Tengah sebanyak 19.724 unit. Di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara mencatat 12.024 koperasi aktif, disusul Aceh dengan 10.952 unit. Sementara itu, Sumatra Selatan memiliki 7.932 koperasi aktif dan Sulawesi Selatan sebanyak 7.594 unit.
Di kawasan perkotaan dan penyangga ibu kota, DKI Jakarta mencatat 6.713 koperasi aktif, sedikit lebih tinggi dibanding Banten yang berjumlah 6.620 unit. Adapun Nusa Tenggara Timur menutup daftar sepuluh besar dengan 6.255 koperasi aktif. Data ini menunjukkan bahwa koperasi masih menjadi pilar penting perekonomian daerah, terutama di provinsi dengan basis ekonomi rakyat yang kuat.
Baca Juga: Intip Performa Koperasi Konvensional dan Syariah Indonesia 5 Tahun Terakhir
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html