45% Publik Nilai Harga Kebutuhan Pokok Saat ini lebih Mahal Dibanding Tahun Lalu

Sebagian besar publik menilai harga kebutuhan pokok kini terasa lebih mahal, dengan persentase mencapai 45,3%.

Persepsi Publik terhadap Harga Kebutuhan Pokok

(Januari 2026)
Ukuran Fon:

Harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian utama masyarakat karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Ketika harga beras, minyak goreng, gula, atau bahan pangan lainnya mengalami kenaikan, dampaknya segera terasa pada pengeluaran rumah tangga. Karena itu, keterjangkauan harga kebutuhan pokok kerap dijadikan tolok ukur kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok Murah, Tuntutan Terbesar di Tengah Kinerja Pemerintah

Berdasarkan hasil Survei Nasional yang dirilis Lembaga Indikator Politik Indonesia, sebanyak 45,3% publik menilai harga kebutuhan pokok saat ini lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

Survei ini dilaksanakan pada 15-21 Januari 2026 dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yaitu berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei tercatat sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Rincian hasil survei menunjukkan, 8,1% responden menyatakan harga kebutuhan pokok saat ini jauh lebih tidak terjangkau dibandingkan tahun lalu, sementara 37,2% menilai lebih tidak terjangkau. Dengan demikian, persepsi harga yang semakin tidak terjangkau secara kumulatif mencapai 45,3%.

Di sisi lain, 37,3% responden menyebut tidak ada perubahan dalam keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Adapun 14,2% responden menilai harga lebih terjangkau dan 2,4% menyatakan jauh lebih terjangkau. Sementara itu, 0,9% responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Data ini menunjukkan bahwa persoalan harga kebutuhan pokok masih menjadi isu penting yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Persepsi publik terhadap keterjangkauan harga mencerminkan tantangan ekonomi yang perlu mendapat perhatian berkelanjutan, khususnya dalam menjaga daya beli dan stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Baca Juga: Indeks Optimisme 2025: Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, Pendapatan Malah Turun?

Sumber: 

https://indikator.co.id/wp-content/uploads/2026/02/RILIS_SURVEI_NASIONAL_INDIKATOR_08_FEBRUARI_2026.pdf

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook