Investasi merupakan salah satu indikator utama dalam menilai pertumbuhan dan ketahanan ekonomi suatu daerah. Arus penanaman modal yang terus meningkat mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi, kepastian hukum, serta kualitas pelayanan publik yang diberikan pemerintah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat struktur industri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, capaian investasi kerap dijadikan indikator keberhasilan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Realisasi Investasi Terbesar 2025
Dalam lima tahun terakhir, Provinsi Jawa Barat mencatatkan tren peningkatan realisasi investasi yang konsisten. Kondisi ini menunjukkan membaiknya iklim usaha sekaligus menegaskan posisi strategis Jawa Barat sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat yang dipublikasikan melalui akun instagram resmi media statistik sektoral Jawa Barat, realisasi investasi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2021, realisasi investasi Jawa Barat tercatat sebesar Rp136,13 triliun. Angka ini menjadi titik awal pemulihan ekonomi pascapandemi, ketika aktivitas industri dan usaha mulai kembali bergerak. Perkembangan positif tersebut berlanjut pada 2022 dengan capaian Rp174,60 triliun, kemudian naik lagi menjadi Rp210,61 triliun pada 2023, dan mencapai Rp251,14 triliun pada 2024.
Puncaknya pada 2025, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun. Angka ini menjadi yang tertinggi secara nasional sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp263 triliun serta target nasional Rp271 triliun. Capaian ini mengalami peningkatan sebesar 18,19% atau setara Rp45,68 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa Jawa Barat masih menjadi daerah tujuan utama investasi, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
"Kita bersyukur bahwa Jawa Barat masih diminati untuk investasi, baik PMA maupun PMDN. Kita tertinggi penyumbang investasi nasional yang direncanakan Rp271 triliun. Tapi di RPJMD kita Rp263 triliun dan kita sudah mencapai Rp296,8 triliun dari PMA dan PMDN," ujarnya, mengutip, Detik (21/1/2026).
Baca Juga: Ketimpangan Realisasi Investasi Daerah di Indonesia, Bagaimana Datanya?
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DUVkeECEYiO/?img_index=1&igsh=dmlvdXE4MThmN3Rl