79% Publik Merasa Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Sebanyak 79,9% publik puas terhadap kinerja Prabowo, menandakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini.

Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo

(Januari 2026)
Ukuran Fon:

Di tengah tantangan ekonomi global, dinamika politik nasional, serta tuntutan masyarakat terhadap stabilitas dan kesejahteraan, tingkat kepuasan publik menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kinerja pemerintah. Persepsi masyarakat tidak hanya mencerminkan hasil kebijakan yang telah dijalankan, tetapi juga harapan terhadap kepemimpinan nasional ke depan.

Baca Juga: 39% Anak Muda Kurang Puas terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apa Alasannya?

Berdasarkan hasil Survei Nasional yang dirilis Lembaga Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 79,9%. Survei ini dilaksanakan pada 15-21 Januari 2026 dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yaitu berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei tercatat sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Rincian tingkat kepuasan menunjukkan bahwa 13% responden menyatakan sangat puas dan 66,9% merasa cukup puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Dengan demikian, tingkat kepuasan positif secara kumulatif mencapai 79,9%. Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menegaskan bahwa angka tersebut tergolong sangat tinggi.

“Kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas itu 79,9%. Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujarnya, mengutip, Kompas, (8/2/2026).

Sementara itu, responden yang menyatakan kurang puas tercatat sebesar 17,1%, dan yang tidak puas sama sekali sebesar 2,2%. Adapun 0,8% responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Tingginya tingkat kepuasan publik ini juga dinilai tidak lepas dari strategi komunikasi pemerintah. Pengamat Komunikasi Digital Universitas Nasional, Nursatyo, menilai manajemen komunikasi digital yang efektif turut berperan besar dalam membentuk persepsi positif publik. Ia menyoroti peran Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dinilai strategis dalam meredam spekulasi negatif di media sosial melalui komunikasi yang responsif.

"Komunikasi yang responsif dan cepat dari Seskab Teddy dalam menanggapi isu-isu yang beredar di media sosial terbukti dapat mengurangi kerisauan masyarakat. Ini menciptakan persepsi bahwa pemerintah hadir dan memberikan respons yang jelas serta tepat waktu," ujarnya, mengutip, Media Indonesia, (8/2/2026).

Baca Juga: Prabowo Apresiasi Atlet SEA Games 2025, Bonus Fantastis Dorong Prestasi Internasional

Sumber:

https://indikator.co.id/wp-content/uploads/2026/02/RILIS_SURVEI_NASIONAL_INDIKATOR_08_FEBRUARI_2026.pdf

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook