39% Anak Muda Kurang Puas terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apa Alasannya?

Buruknya pengelolaan lingkungan dan tata kelola sumber daya alam menjadi faktor utama generasi muda tidak puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Alasan Pemuda Kurang Puas terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Survei terbaru yang dirilis Muda Bicara ID menunjukkan bahwa mayoritas anak muda Indonesia masih memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir 2025. Berdasarkan hasil survei tersebut, 60,8% responden menyatakan puas, sementara 39,3% lainnya mengaku tidak puas. Angka ini menandakan bahwa meski optimisme masih dominan, ruang kritik dari generasi muda tetap terbuka lebar.

"Ini menunjukkan penilaian yang cenderung positif, meskipun masih terdapat ruang kritik yang cukup besar," tulis Muda Bicara ID dalam laporannya.

Artinya, dukungan anak muda terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran bukanlah dukungan yang sepenuhnya tanpa catatan.

Baca Juga: 60% Anak Muda Puas dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Terdapat beberapa alasan utama di balik ketidakpuasan tersebut. Dari total 800 responden yang terlibat, 312 responden menyatakan buruknya pengelolaan lingkungan dan tata kelola sumber daya alam. Isu ini menjadi faktor paling dominan, menandakan bahwa persoalan lingkungan masih menjadi perhatian serius bagi generasi muda.

Selain isu lingkungan, aspek hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan sipil juga menjadi sorotan. Sebanyak 280 responden menilai bahwa penegakan HAM dan kebebasan sipil masih cenderung terbatas. Angka ini menunjukkan adanya kekhawatiran anak muda terhadap kualitas demokrasi dan perlindungan hak warga negara di bawah pemerintahan saat ini. Faktor lainnya adalah respons pemerintah yang dinilai kurang cepat dan tanggap, dengan 223 responden menyampaikan keluhan serupa.

Isu transparansi kebijakan juga tidak luput dari perhatian. Sebanyak 206 responden menilai kebijakan pemerintah masih kurang transparan. Hal ini diperkuat dengan temuan 187 responden yang menyebut banyak program pemerintah belum berjalan efektif. Bagi generasi muda yang tumbuh di era keterbukaan informasi, transparansi dan efektivitas kebijakan menjadi tolok ukur penting dalam menilai kinerja pemerintahan.

Tak kalah menarik, 129 responden menyatakan bahwa sejumlah kebijakan pemerintah dinilai tidak relevan dengan kebutuhan generasi muda. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara agenda kebijakan pemerintah dan ekspektasi anak muda.

Adapun survei ini dilakukan menggunakan metode computer-assisted self interviewing (CASI) dengan melibatkan 800 responden berusia 17–40 tahun. Responden dipilih melalui skema stratified random sampling agar mewakili setiap kelompok berdasarkan usia, jenis kelamin, dan wilayah. Pengumpulan data berlangsung pada 10 November–10 Desember 2025, dengan margin of error 5% dan tingkat kepercayaan 95%.

Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa anak muda menilai pemerintahan Prabowo–Gibran secara relatif positif, namun tetap disertai catatan penting. Tingkat ketidakpuasan yang masih cukup besar menandakan adanya sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian serius.

Temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan menyesuaikan kebijakan agar dapat menjawab kebutuhan dan harapan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda.

Baca Juga: Ini Alasan Generasi Muda Indonesia Takut Menyuarakan Pendapatnya

Sumber: 

https://www.mudabicara.id/wp-content/uploads/2025/12/Survei-Nasional-Q4-Muda-Bicara-ID_compressed.pdf

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook