60% Publik RI Nilai Konflik Iran Vs AS-Israel Berdampak pada Indonesia, Apa Dampaknya?

60% publik RI menilai konflik Iran dengan AS-Israel berdampak pada Indonesia, terutama pada kenaikan harga energi dan stabilitas ekonomi nasional.

Dampak Konflik Iran dengan AS-Israel terhadap Indonesia

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian publik global, termasuk di Indonesia. Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dinilai berpotensi menimbulkan berbagai dampak tidak langsung bagi banyak negara. Meski lokasinya jauh dari Asia Tenggara, dinamika global seperti harga energi, stabilitas ekonomi, hingga hubungan diplomatik tetap dapat terpengaruh. Kondisi ini pun memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat Indonesia terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi.

Baca Juga: 40% Publik RI Harap Pemerintah Aktif Dorong Perdamaian di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh GoodStats, mayoritas responden menilai konflik Iran dengan AS dan Israel berpotensi berdampak pada Indonesia. Survei ini dilaksanakan pada 7-11 Maret 2026 menggunakan metode survei online melalui panel responden yang dikelola bersama Digivla. Sebanyak 540 responden dari berbagai provinsi di Indonesia dengan rentang usia 19-55 tahun berpartisipasi dalam survei tersebut.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 60% responden menyatakan konflik tersebut cukup berdampak bagi Indonesia. Bahkan, 30% responden menilai dampaknya akan sangat terasa. Sementara itu, 6% responden berpendapat dampaknya relatif kecil, 1% menyatakan tidak berdampak, dan 3% responden mengaku belum mengetahui kemungkinan dampak yang dapat terjadi.

Lebih lanjut, responden juga menyoroti berbagai sektor yang berpotensi terdampak dari konflik tersebut. Sebanyak 34,8% responden menilai kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak utama yang mungkin dirasakan Indonesia. Kekhawatiran ini berkaitan dengan posisi Timur Tengah sebagai salah satu kawasan penting dalam produksi dan distribusi energi dunia.

Selanjutnya, 26,06% responden menilai stabilitas ekonomi berpotensi terdampak. Di sisi lain, 15,59% responden menilai konflik tersebut berdampak pada harga kebutuhan pokok. Selain itu, sebagian responden juga menyoroti potensi dampak pada keamanan nasional sebesar 8,55%, stabilitas politik 7,24%, serta hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain sebesar 7,14%. Kemudian, 0,6% responden menyebutkan dampak lainnya.

Kekhawatiran mengenai dampak ekonomi juga disampaikan oleh Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden Indonesia tersebut menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Ia juga mengingatkan bahwa jalur logistik antara kawasan Timur Tengah dan berbagai negara dapat terganggu, yang pada akhirnya berdampak pada aktivitas perdagangan global.

“Pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruhnya terputus,” ujarnya, mengutip, Tempo, (1/3/2026).

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai potensi dampak militer langsung terhadap Indonesia relatif kecil. Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyebut kemungkinan konflik tersebut memicu perang fisik di kawasan Asia, termasuk Indonesia, sangat kecil.

“Potensi konflik bersenjata di Timur Tengah untuk menyulut perang fisik atau konvensional di wilayah Indonesia adalah sangat kecil, bahkan bisa dikatakan tidak ada,” ujarnya, mengutip, Kompas, (11/3/2026).

Baca Juga: Media Sosial Jadi Sumber Informasi Utama Terkait Konflik Iran dan AS-Israel

Sumber:

https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook