Konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel menjadi salah satu isu geopolitik yang menyita perhatian publik global, termasuk di Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi di era digital, publik RI kini memiliki beragam cara untuk mengikuti perkembangan konflik tersebut. Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan internet membuat akses terhadap informasi menjadi semakin mudah dan cepat. Kondisi ini turut memengaruhi cara publik RI memperoleh dan memantau berita terkait konflik internasional.
Baca Juga: Survei GoodStats: Eskalasi Konflik Iran Vs AS-Israel dari Kacamata Publik Indonesia
Survei yang dilakukan GoodStats pada 7-11 Maret 2026 menunjukkan bahwa publik RI cukup mengikuti perkembangan konflik tersebut. Survei ini dilakukan secara online yang bekerja sama dengan Digivla, dengan melibatkan 540 responden dari berbagai provinsi di Indonesia dalam rentang usia 19-55 tahun.
Hasil survei menunjukkan bahwa hampir setengah responden, yaitu 49%, mengaku cukup mengikuti perkembangan konflik antara AS, Israel, dan Iran. Sementara itu, 36% responden menyatakan hanya sekilas mengetahui informasi terkait konflik tersebut. Sebanyak 14% responden bahkan mengaku sangat rutin mengikuti perkembangan situasi yang terjadi. Adapun 2% responden lainnya menyebut hampir tidak mengikuti perkembangan konflik sama sekali.
Dalam memperoleh informasi terkait konflik tersebut, media sosial menjadi sumber utama publik yaitu sebanyak 40,32% responden. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan sumber informasi lainnya. Di posisi berikutnya, media online nasional menjadi sumber informasi bagi 21,65% responden. Sementara itu, media internasional digunakan oleh 15,95% responden untuk mengetahui perkembangan konflik global tersebut.
Platform berbasis konten seperti podcast dan YouTube juga menjadi alternatif sumber informasi dengan persentase 10,52%. Di sisi lain, televisi hanya menjadi sumber informasi bagi 5,87% responden, sedangkan grup percakapan seperti WhatsApp atau Telegram dipilih oleh 4,82% responden. Sebanyak 0,8% responden menyebutkan sumber lainnya.
Konflik ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga memunculkan beragam respons emosional. Hasil survei menunjukkan bahwa rasa cemas menjadi emosi yang paling banyak dirasakan responden dengan persentase 42,31%. Perasaan marah muncul pada 14,9% responden, diikuti rasa sedih sebesar 12,02%.
Sebagian responden juga mengaku bersikap netral atau biasa saja dengan persentase 10,7%. Rasa takut dirasakan oleh 10,34% responden, sementara 7,33% lainnya merasa bingung terhadap situasi yang terjadi. Hanya sebagian kecil responden yang mengaku tidak peduli, yaitu sebesar 1,2%, serta 1,2% lainnya menyatakan respons berbeda.
Baca Juga: Konflik Iran–AS Tuai Respons Netral di Media Online
Sumber:
https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU