Konflik Iran–AS Tuai Respons Netral di Media Online

Konflik antara Iran dan AS di media online tuai respons netral sebanyak 92,7%, positif 4,1%, dan negatif sebanyak 3,2%.

Sentimen Publik terhadap Konflik Iran vs AS di Media Online

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Konflik antara kedua negara tersebut tidak hanya berdampak pada situasi geopolitik global, tetapi juga memicu berbagai pemberitaan di media serta diskusi di media sosial. Isu ini turut menjadi sorotan di Indonesia karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk sektor energi dan keamanan kawasan.

Baca Juga: Ragam Emosi Publik RI terhadap Konflik Iran-Israel

Berdasarkan data pemantauan dari Drone Emprit dalam periode 28 Februari hingga 3 Maret 2026, isu konflik Iran dan Amerika Serikat tercatat mendapatkan perhatian cukup besar di ruang digital. Konflik ini diberitakan dalam 12.044 artikel di media online serta dibicarakan di media sosial dengan 25.745 sample mentions.

Dari sisi sentimen pemberitaan di media online, mayoritas konten bersifat netral. Sebanyak 92,7% pemberitaan memiliki sentimen netral yang umumnya berisi laporan fakta, perkembangan situasi, serta pernyataan resmi dari pemerintah maupun lembaga terkait.

Sementara itu, 4,1% pemberitaan memiliki sentimen positif, di mana beberapa artikel menyoroti pernyataan pemerintah yang memastikan harga BBM subsidi tetap aman dan tidak mengalami kenaikan. Selain itu, terdapat pula pemberitaan mengenai dukungan dari Majelis Ulama Indonesia terhadap langkah Prabowo Subianto yang dinilai berpotensi menjadi mediator perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.

Media juga memberitakan berbagai langkah mitigasi pemerintah, seperti rencana pengalihan impor minyak serta imbauan kepada jemaah umrah asal Indonesia agar tetap mengikuti arahan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Di sisi lain sentimen negatif sebanyak 3,2%. sejumlah pemberitaan dengan sentimen negatif lebih banyak menyoroti kekhawatiran terhadap dampak konflik. Beberapa artikel memuat kritik terhadap pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang dinilai kurang kuat dalam menanggapi situasi tersebut.

Lebih lanjut, media juga menyoroti potensi krisis energi global, terutama jika terjadi penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Kekhawatiran lain yang turut muncul adalah terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah sekitar konflik.

Baca Juga: Mayoritas Warganet Marah dengan Konflik Iran Vs AS

Sumber:

https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2029855536800485535

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook