Impor menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri, barang modal, hingga berbagai produk konsumsi yang belum dapat dipenuhi secara optimal dari dalam negeri.
Seiring meningkatnya aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat, kinerja impor Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan sepanjang 2026.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,21 miliar, tumbuh sebesar 22,49% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dari tahun sebelumnya yang sebesar US$20,59 miliar.
Adapun secara bulanan, nilai impor Indonesia naik 31,28% (Month-on-Month/MoM) dibandingkan Maret 2026. Lonjakan impor secara bulanan didorong oleh berkembangnya impor migas sebesar 45,09% dan nonmigas sebesar 28,55%.
Baca Juga: Indonesia Impor 17 Juta Ton Minyak Mentah pada 2025
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan kenaikan impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang, dengan kenaikan tertinggi pada barang konsumsi (56,67%) dan bahan baku (35,46%).
“Kenaikan impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang. Kondisi ini mengindikasikan peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat serta kebutuhan industri terhadap bahan baku dan barang modal,” ujarnya dilansir dari laman resmi Kemendag (3/6/2026).
Jika dilihat berdasarkan jenis produk, impor nonmigas terbesar pada April 2026 didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis sebesar US$3,23 miliar, disusul oleh mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$3,10 miliar, plastik dan barang plastik sebesar US$1,16 miliar, besi dan baja di angka US$1,08 miliar, dan kendaraan serta bagiannya sebesar US$0,88 miliar.
Berdasarkan negara asalnya, impor nonmigas Indonesia didominasi dari China, Jepang, dan Australia dengan kontribusi gabungan mencapai 53,12%.
Di sisi lain, negara asal impor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar adalah Meksiko yang naik 282,69%, Spanyol 125,56%, serta Prancis 117,65% (Cumulative-to-Cumulative/CtC).
Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$5,64 Miliar Q1 2026
Sumber:
https://satudata.kemendag.go.id/infografis