Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026, Akhiri Surplus 72 Bulan
Ekonomi dan Bisnis • 4 Juli 2026Indonesia terakhir kali mencatatkan defisit neraca perdagangan pada April 2020 sebesar US$0,40 miliar
Indonesia terakhir kali mencatatkan defisit neraca perdagangan pada April 2020 sebesar US$0,40 miliar
Nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,21 miliar, naik 22,49% secara tahunan
Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$89,1 juta pada April 2026, melanjutkan tren surplus selama 72 bulan terakhir
Ekspor batu bara Indonesia 2025 didominasi negara Asia, dengan India dan China jadi tujuan utama
Nigeria jadi negara pemasok terbesar, dengan berat ekspor mencapai 4,6 juta ton
Indonesia mengimpor 206,4 ribu ton beras dari Myanmar, tertinggi dari negara lain pada 2025
China menyuplai 69% dari total impor buah di Indonesia pada 2025
China menjadi kontributor utama, dengan menyuplai 96% dari total berat impor
Sekitar 97% dari total impor laptop Indonesia pada 2025 berasal dari China
Selain Jepang, Indonesia juga mengekspor gas alam ke China (3,7 juta ton) dan Singapura (3,5 juta ton)
Tailan jadi pasar utama minyak mentah Indonesia, dengan volume penjualan capai 2,2 juta ton pada 2025
Nilai ekspor dari 10 kelompok barang utama pada Januari 2026 tercatat sebesar US$14,07 miliar
Nilai impor nonmigas Indonesia mencapai US$18,04 miliar pada Januari 2026, naik US$2,58 miliar atau 16,71% dibandingkan Januari 2025
Mesir jadi pemasok kurma terbesar ke Indonesia, mencapai 24,3 ribu ton pada 2025
Sepanjang Januari–November 2025, mesin dan peralatan mekanis menjadi produk nonmigas dengan nilai impor terbesar Indonesia, mencapai US$32,84 miliar
Jawa Barat menjadi provinsi dengan nilai ekspor terbesar, mencapai US$35,45 miliar atau 13,82% dari total ekspor nasional Januari-November 2025
Indonesia (431,9 ribu ton) menjadi negara pengekspor kelapa terbanyak di dunia pada tahun 2024, diikuti Thailand (115,7 ribu ton) dan Vietnam (66 ribu ton)
China menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia, mencapai US$62,07 miliar Januari-September 2025
Harga BBM non-subsidi Pertamina kompak naik per 1 Desember 2025
Surplus neraca perdagangan Indonesia terus lanjut hingga September 2025, dengan nilai mencapai US$4,34 miliar
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook