Indonesia mencatatkan ekspor minyak mentah sebesar 3,1 juta ton sepanjang 2025, dengan konsentrasi pasar yang sangat kuat di kawasan Asia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sebagian besar ekspor masih bergantung pada segelintir negara tujuan utama, dengan dominasi yang cukup mencolok.
Baca Juga: Negara dengan Produksi Minyak Terbesar 2026, Ada Indonesia?
Negara tujuan ekspor terbesar adalah Tailan, dengan volume mencapai 2.290,3 ribu ton atau sekitar 74% dari total ekspor. Nilai ekspornya mencapai US$1,2 miliar. Dominasi ini menunjukkan bahwa Tailan menjadi mitra dagang paling strategis untuk minyak mentah Indonesia.
Besarnya porsi ini juga mengindikasikan ketergantungan yang tinggi terhadap satu pasar. Ketika permintaan Tailan stabil, ekspor Indonesia akan terjaga. Namun, jika terjadi penurunan permintaan atau perubahan kebijakan energi, dampaknya akan signifikan.
Dari tahun ke tahun, berat ekspornya cenderung stabil, hanya turun tipis dari tahun 2024 yang sebanyak 2.595,8 ribu ton.
Di posisi kedua, Korea Selatan mengimpor sekitar 412 ribu ton atau sekitar 13% dari total ekspor, dengan nilai mencapai US$119,6 juta. Sementara itu, China menyerap 167,6 ribu ton (sekitar 5%) dengan nilai US$54,2 juta.
Kedua negara ini merupakan konsumen energi besar di Asia, sehingga masih memiliki potensi untuk ditingkatkan sebagai pasar ekspor. Namun, dibandingkan Tailan, kontribusinya masih jauh lebih kecil, menunjukkan bahwa penetrasi pasar Indonesia di kedua negara ini belum optimal.
Selain Tailan, negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia dan Singapura juga menjadi tujuan ekspor, masing-masing sebesar 166,8 ribu ton dan 54,1 ribu ton.
Kedekatan geografis dan efisiensi logistik menjadi faktor utama kuatnya kawasan ini sebagai pasar minyak mentah Indonesia. Infrastruktur distribusi yang sudah mapan juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi regional.
Australia mencatat impor sebesar 23,8 ribu ton, sementara Jepang hanya 1,9 ribu ton. Rendahnya ekspor ke Jepang bisa disebabkan oleh faktor spesifikasi minyak, kontrak jangka panjang dengan negara lain, atau persaingan harga.
Baca Juga: 10 Negara Cadangan Minyak Terbesar Dunia
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html