Utang Luar Negeri Capai US$437 Miliar per Februari 2026

Utang luar negeri Indonesia kian meningkat 1 dekade terakhir. Pada 2025, jumlahnya mencapai US$432,9 miliar sebelum mencapai US$437,9 juta per Februari 2026.

Tren Utang Luar Negeri Indonesia

(2017-Februari 2026)
Ukuran Fon:

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, utang luar negeri merupakan salah satu instrumen finansial krusial untuk menyokong roda pembangunan nasional.

Pinjaman internasional ini dapat memberikan kontribusi positif yang mampu mempercepat proyek infrastruktur strategis, memperkokoh posisi cadangan devisa, serta menjaga keseimbangan neraca pembayaran.

Namun, di sisi lain, instrumen ini tetap menyimpan risiko finansial yang besar. Jika tidak dikelola secara bijaksana dan terukur, utang luar negeri justru berpotensi menggoyang stabilitas ekonomi makro negara.

Baca Juga: Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp100 Triliun per Februari 2026

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), besaran utang luar negeri Indonesia terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir, menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap pembiayaan eksternal untuk akselerasi pembangunan ekonomi nasional masih cukup tinggi.

Mulanya pada tahun 2017, posisi utang luar negeri berada di angka US$352,5 miliar. Angka ini kemudian tumbuh sebesar 6,5% dan menjadi US$375,4 miliar pada periode berikutnya.

Memasuki tahun 2019, laju pertumbuhan utang luar negeri semakin meningkat hingga 7,5%, membuat posisinya menyentuh US$403,6 miliar, sekaligus sebagai periode dengan pertumbuhan utang luar negeri tertinggi selama sedekade terakhir.

Pertumbuhan yang konstan terus berlanjut pada tahun selanjutnya dengan persentase 3,3% dan menyentuh US$416,9 miliar.

Namun, dinamika berbeda mulai terjadi saat lanskap ekonomi global bergeser. Pada tahun 2021, tren utang luar negeri Indonesia menunjukkan sedikit penurunan sebesar 1,2%, sehingga berada di angka US$412 miliar. Penyusutan kian berlanjut pada tahun 2022 dengan persentase 4,2% menjadi US$394,8 miliar.

Adapun penurunan ini dapat dikaitkan dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada periode tersebut. Karena pascapandemi, roda ekonomi yang kembali menggeliat mendorong pertumbuhan utang luar negeri Indonesia kembali bergerak naik.

Pada tahun 2023, posisi utang tumbuh sebesar 3% menjadi US$406,7 miliar, disusul oleh kenaikan 4,5% dan menyentuh US$425,1 miliar pada tahun 2024.

Pada akhir tahun 2025, utang luar negeri Indonesia telah mencapai US$432,9 miliar atau tumbuh sebesar 1,8% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Setelahnya, utang luar negeri per Februari 2026 telah menyentuh US$437,9 miliar, sebelum sempat mencapai US$434,9 miliar pada Januari tahun yang sama.

“Peningkatan posisi ULN (utang luar negeri) tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan,” tulis Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pinoto dalam siaran persnya, Rabu (15/4/2026).

Ia mengklaim saat ini struktur utang luar negeri Indonesia sehat, tercermin dari rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8%, serta dominasi utang luar negeri jangka panjang dengan pangsa 84,9% dari total utang.

Baca Juga: 10 Negara dengan Utang Terbanyak di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

Sumber:

https://djppr.kemenkeu.go.id/sulni

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook