61% Anak Muda Nilai Tekanan Ekonomi Jadi Tantangan Utama Kesehatan Mental

Sebanyak 61,9% anak muda menilai tekanan ekonomi dan kekhawatiran masa depan menjadi tantangan terbesar yang memengaruhi kesehatan mental mereka.

Tantangan Utama Kesehatan Mental Anak Muda Indonesia

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Kesehatan mental kini menjadi salah satu isu yang semakin dekat dengan kehidupan anak muda Indonesia. Berbagai tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, baik dari lingkungan sosial, pekerjaan, pendidikan, maupun kondisi ekonomi, dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Di era digital dan situasi ekonomi yang terus berubah, anak muda juga dihadapkan pada tuntutan untuk tetap produktif, sukses, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca Juga: 60% Gen Z di Indonesia Cemas Akan Masa Depan

Berdasarkan Survei Muda Bicara ID pada Kuartal I 2026, mayoritas anak muda menilai tekanan ekonomi sebagai tantangan terbesar terhadap kesehatan mental. Survei yang dilakukan pada 1-30 Maret 2026 ini menggunakan metode computer-assisted self interviewing (CASI) dengan melibatkan 800 responden penduduk Indonesia usia 17-40 tahun. Sampel disusun melalui stratified random sampling berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan wilayah. Survei ini memiliki margin of error ±5% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 61,9% responden menganggap tekanan ekonomi dan kekhawatiran masa depan menjadi tantangan utama kesehatan mental. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan faktor lainnya.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan finansial tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memicu rasa cemas, stres, hingga ketidakpastian terhadap masa depan. Kenaikan biaya hidup, sulitnya memperoleh pekerjaan stabil, serta tekanan untuk mencapai standar kesuksesan tertentu menjadi faktor yang dirasakan banyak anak muda.

Selain itu, sebanyak 6,9% responden menilai hubungan dengan teman atau pasangan yang toxic menjadi tantangan kesehatan mental. Ada pula 6,3% lainnya yang merasa kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial turut memengaruhi kondisi psikologis mereka. Tekanan pekerjaan berada di angka 5,8%, sementara kurangnya kemampuan mengelola stres mencapai 5,4%.

Survei ini juga menemukan bahwa 3,5% responden merasa kurang memiliki ruang aman untuk bercerita, sedangkan 3,3% menganggap keluarga yang kurang harmonis menjadi tantangan kesehatan mental. Sebanyak 3,1% responden menilai akses layanan kesehatan mental masih sulit dijangkau. Adapun tekanan akademik tercatat sebesar 2,3%, dan stigma negatif terhadap kesehatan mental sebesar 1,5%.

Baca Juga: 5 Jenis Dukungan yang Paling Membantu Pemulihan Kesehatan Mental

Sumber:

https://www.mudabicara.id/kajian/rilis-laporan-survei-nasional-muda-bicara-id-q1/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook