60% Gen Z di Indonesia Cemas Akan Masa Depan

60% Gen Z cemas soal masa depan, namun kini lebih terbuka mencari bantuan profesional untuk kesehatan mental.

Faktor yang Menyebabkan Gen Z Terkena Gangguan Mental

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas yang semakin tinggi, Gen Z justru menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap isu kesehatan mental. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung menyimpan masalah secara pribadi, Gen Z kini melihat kesehatan mental sebagai bagian penting dari kesejahteraan secara keseluruhan.

Kesadaran ini tercermin dari cara mereka merespons masalah emosional. Hampir setengah dari Gen Z yang mengalami gangguan kesehatan mental mengaku percaya pada layanan profesional seperti konsultasi, terapi, hingga penggunaan obat sebagai cara untuk pulih. Sikap terbuka ini menandai perubahan signifikan dalam cara generasi muda memandang kerentanan emosional—bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai hal yang wajar dan perlu ditangani.

Baca Juga: Ini Dia Faktor Penyebab Gangguan Kesehatan Mental Mahasiswa RI

Namun, di balik kesadaran tersebut, tekanan yang dihadapi Gen Z juga tidak ringan. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental, dengan proporsi mencapai 60%. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang besar terkait karier, stabilitas ekonomi, hingga kondisi global.

Selain itu, tekanan finansial juga menjadi faktor signifikan 57%, diikuti oleh ekspektasi sosial 42% serta perasaan tidak berdaya terhadap situasi yang berada di luar kendali 36%.

Dampaknya pun terlihat dalam berbagai bentuk gangguan yang mereka alami sehari-hari. Perubahan suasana hati atau mood swing menjadi masalah paling umum dialami 62% responden, disusul gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan dengan 50%. Selain itu, kecemasan berlebih (38%) dan kesulitan mengelola emosi (38%) juga menjadi tantangan yang kerap dihadapi.

Survei ini melibatkan 1.158 responden dari kalangan Gen Z dan dilaksanakan pada 10–12 Desember 2025 melalui kuesioner daring yang diakses menggunakan aplikasi mobile Jakpat. Sampel disusun berdasarkan proporsi pengguna internet di Indonesia, dengan margin of error di bawah 5%.

Meski demikian, terdapat paradoks menarik dalam kondisi ini. Di satu sisi, Gen Z disebut sebagai generasi yang paling rentan dalam sistem ekonomi formal. Namun di sisi lain, mereka juga dinilai sebagai generasi yang paling tangguh secara emosional. Kemampuan untuk mengenali, menerima, dan mencari solusi atas masalah mental menjadi kekuatan baru yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya.

Baca Juga: Media Sosial Jadi Ancaman Utama Kesehatan Mental Remaja

Sumber:

https://insight.jakpat.net/facts-about-gen-z-challenges-in-career-and-mental-health/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook