4 dari 10 Anak Muda Mengaku Pendapatannya Tidak Cukup untuk Kebutuhan Hidup

Sebanyak 40,14% responden merasa penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Apakah Pendapatan Utama Selalu Cukup untuk Membiayai Kebutuhan Hidup Dasar Anak Muda?

(Kuartal I 2026)
Ukuran Fon:

Sebanyak 4 dari 10 anak muda di Indonesia mengaku pendapatan yang mereka peroleh saat ini masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini terlihat dari hasil survei Muda Bicara ID yang menunjukkan bahwa 40,14% responden merasa penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Sementara itu, 59,86% responden menyatakan pendapatan mereka masih tergolong cukup. Meski mayoritas merasa penghasilannya memadai, angka kelompok yang merasa kesulitan secara finansial tetap tergolong besar dan menunjukkan tekanan ekonomi yang masih dirasakan generasi muda. 

Baca Juga: Angka Pemuda NEET di Indonesia Kembali Turun pada 2025, Simak Tren Tahunannya

Tingginya persentase anak muda yang merasa pendapatannya tidak cukup dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kenaikan biaya hidup, harga kebutuhan pokok, hingga tingginya biaya tempat tinggal dan transportasi di perkotaan. Di sisi lain, sebagian anak muda juga menghadapi kondisi pekerjaan dengan upah yang belum sebanding dengan kebutuhan hidup saat ini.

Fenomena ini juga mencerminkan tantangan generasi muda di tengah perubahan pasar kerja. Meski akses terhadap pekerjaan semakin terbuka, banyak anak muda masih berada di sektor informal, pekerjaan kontrak, atau pekerjaan dengan tingkat pendapatan yang relatif rendah.

Selain itu, meningkatnya gaya hidup digital dan kebutuhan sosial di kalangan anak muda turut memengaruhi persepsi kecukupan pendapatan. Pengeluaran untuk internet, hiburan, pendidikan tambahan, hingga cicilan juga menjadi bagian dari kebutuhan rutin yang semakin besar. Sejalan dengan itu, sebanyak 47,26% responden juga sepakat bahwa mereka sering merasa tekanan mental, kecemasan, atau tertinggal apabila tidak memiliki barang bermerek, pakaian tren terbaru, atau pengalaman liburan yang sedang viral di media sosial.

Adapun Survei Nasional Muda Bicara ID ini dilakukan pada 1-30 Maret 2026 dengan melibatkan 800 responden berusia 17-40 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui computer-assisted self interviewing, sementara pemilihan sampel menggunakan stratified random sampling untuk memastikan sampel terpilih dapat menjadi representasi proporsional dari setiap subkelompok populasi.

Baca Juga: Anak Muda Indonesia Habiskan 4-6 Jam per Hari di Media Sosial

Sumber:

https://www.mudabicara.id/kajian/rilis-laporan-survei-nasional-muda-bicara-id-q1/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook