Perpustakaan menjadi fasilitas penting dalam mendukung penyebaran ilmu pengetahuan serta peningkatan literasi masyarakat. Kini, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar, pusat informasi, hingga wadah aktivitas edukatif yang dapat diakses berbagai kalangan.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, keberadaan perpustakaan kini semakin dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik yang mendukung kegiatan belajar dan produktivitas sehari-hari. Salah satu perpustakaan yang menjadi daya tarik masyarakat Jakarta adalah Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin di Cikini, Jakarta Pusat.
Berdasarkan data dari Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin, jumlah pengunjung yang datang untuk membaca atau meminjam buku di perpustakaan tersebut memperoleh hasil positif tiap tahunnya.
Pada tahun 2022, jumlah pengunjung perpustakaan (stationary) mencapai 158.658 orang. Jumlahnya naik pada tahun 2023 menjadi 333.937 orang. Memasuki 2024, catatan positif kembali diraih dengan kenaikan 24% dengan total 414.475 pengunjung. Pengunjung perpustakaan terus meningkat hingga 2025 di angka 531.907 orang atau naik 28% dari tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah pengunjung tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap fasilitas literasi dan ruang publik edukatif di Jakarta.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak 2025
Selain koleksi buku yang beragam, hadirnya konsep perpustakaan modern dengan desain nyaman, fasilitas digital, ruang baca yang interaktif, hingga area diskusi menjadi faktor yang mendorong masyarakat untuk datang ke perpustakaan. Tak heran, jika jumlah peminjam buku baik online maupun offline di perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin terus mengalami kenaikan yang signifikan.
Pada 2022, jumlah peminjam buku tercatat sebanyak 18.465 orang (1.036 online dan 17.429 offline). Jumlahnya naik menjadi 49.898 peminjam (3.842 online dan 46.056 offline) pada 2023.
Angka peminjam terus naik, terlebih pada tahun 2024 yang mencapai 61.338 peminjam buku (5.278 online dan 56.060 offline) serta terus berlanjut hingga 2025 dengan 73.864 peminjam (9.439 online dan 64.425 offline).
Tren peningkatan pengunjung dan peminjam buku tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa budaya literasi di tengah masyarakat perkotaan masih terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan akses informasi dan ruang belajar yang mudah dijangkau.
Baca Juga: 7 dari 10 Publik RI Masih Malas ke Perpustakaan
Sumber:
https://dispusip.jakarta.go.id/cikini/information/library-statistics