PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengakselerasi peningkatan infrastruktur dan kapasitas layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan laporan operasional terbaru pada paruh pertama tahun 2026, mobilitas masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat ibu kota terus menunjukkan tren yang masif. Tingginya angka mobilitas harian ini bermuara pada dominasi kepadatan penumpang di sejumlah stasiun titik transit strategis.
Data akumulatif sepanjang Semester I 2026 menobatkan Stasiun Bogor sebagai stasiun dengan tingkat pergerakan pelanggan KRL tertinggi dibandingkan seluruh stasiun komuter lainnya. Secara total, stasiun ini mencatatkan rekor hingga 18.451.462 pergerakan, yang terdiri atas 9.371.057 akses masuk (gate in) dan 9.080.405 akses keluar (gate out).
Secara bulanan, pergerakan di stasiun ini juga mencatatkan angka yang sangat padat dan konsisten, mencakup 3,04 juta pergerakan pada Januari, 2,66 juta pada Februari, 3,24 juta pada Maret, 3,13 juta pada April, 3,15 juta pada Mei, dan 3,19 juta pergerakan pada Juni 2026.
Baca Juga: Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk Selama Libur Sekolah 2026
Menyusul di posisi kedua, Stasiun Tanah Abang yang menjadi poros perekonomian pusat mencatatkan 17.291.480 pergerakan pelanggan. Peringkat ketiga ditempati oleh Stasiun Sudirman dengan total 13.078.339 pergerakan.
Daftar lima besar ini kemudian ditutup secara berurutan oleh Stasiun Citayam di urutan keempat dengan 11.465.614 pergerakan, serta Stasiun Bekasi di urutan kelima dengan 11.425.878 pergerakan.
Masuknya nama Stasiun Bogor, Citayam, serta beberapa stasiun lainnya seperti Depok Baru dan Bojonggede ke dalam kelompok dengan pergerakan tertinggi mengonfirmasi bahwa rute Bogor Line merupakan urat nadi utama bagi perjalanan komuter harian masyarakat aglomerasi.
Merespons rata-rata 101.942 pergerakan per hari di Stasiun Bogor, KAI secara proaktif melakukan langkah perluasan kapasitas infrastruktur melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8. Peningkatan sarana ini dipersiapkan secara khusus untuk mengakomodasi operasional rangkaian KRL formasi 12 kereta atau SF12 di rute tersebut.
Proyek konstruksi yang ditargetkan rampung pada 15 Juli 2026 tersebut mencakup penguatan struktur mekanikal, kelistrikan (MEP), pekerjaan jalan rel, hingga pemasangan kanopi tambahan demi melindungi penumpang dari terik panas dan hujan saat berada di dalam peron.
Sebelum prasarana ini digunakan sepenuhnya, serangkaian tahap pengujian ketat juga telah dilakukan, termasuk uji beban lokomotif pada akhir Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada awal Juli 2026 guna memastikan standar keselamatan transportasi tetap terjaga.
Baca Juga: 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, KA Blambangan Ekspres Juara
Sumber:
https://kai.id/information/full_news/7591-stasiun-bogor-tertinggi-layani-pergerakan-pelanggan-krl-semester-i-2026-kai-siapkan-operasional-sf12-bogor-line