Jumlah Kejadian Bencana di Indonesia Semester I 2026

Dari total 1.132 kejadian bencana di Indonesia pada Januari-Juni 2026, sebanyak 523 di antaranya adalah bencana banjir.

Jumlah Kejadian Bencana di Indonesia

(Januari-Juni 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah bencana alam di Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini berada di angka 1.132 kejadian. Angka ini melonjak tajam hingga nyaris dua kali lipat jika dibandingkan dengan total kejadian pada Triwulan I 2026 yang hanya berada di angka 671 peristiwa.

Dari total keseluruhan kejadian tersebut, banjir kembali mendominasi sebagai jenis bencana yang paling sering melanda Indonesia. Dengan total mencapai 523 kejadian, bencana hidrometeorologi basah ini mengambil porsi nyaris setengah dari keseluruhan bencana di Indonesia pada Semester I 2026, menegaskan bahwa banjir masih menjadi ancaman musibah utama yang perlu diwaspadai secara serius.

Baca Juga: Ada 671 Kejadian Bencana di Indonesia per Maret 2026

Menyusul di posisi kedua, cuaca ekstrem mencatatkan frekuensi dengan total 303 kejadian. Sementara itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi Indonesia dengan jumlah peristiwa sebanyak 158 kejadian.

Pada urutan berikutnya, bencana berupa tanah longsor turut melengkapi daftar ini dengan frekuensi yang menyentuh angka 96 kali.

Selain anomali cuaca basah, perubahan iklim juga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi kering. Sepanjang periode Januari-Juni 2026, BNPB mencatat musibah kekeringan telah melanda Indonesia dengan total frekuensi sebanyak 31 kejadian.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem sehingga sistem peringatan dini perlu terus beradaptasi.

Dengan ini, pihaknya akan terus memperkuat transformasi sistem peringatan dini cuaca melalui pendekatan Impact Based Forecast (IBF) atau prakiraan berbasis dampak. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berorientasi pada aksi dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di berbagai sektor pembangunan.

“Perubahan iklim telah membawa tantangan yang semakin nyata sehingga peringatan dini tidak lagi cukup hanya menyampaikan informasi potensi bahaya. Informasi yang diberikan harus mampu menjawab apa dampaknya, siapa yang berisiko, wilayah mana yang perlu bersiap, serta langkah apa yang harus dilakukan,” ujarnya saat membuka kegiatan IBF Expose 2026 di Auditorium BMKG, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Dari bencana di wilayah pesisir dan perairan, fenomena gelombang pasang dan abrasi mencatatkan kejadian hingga 11 kali, disusul oleh aktivitas tektonik berupa gempa bumi dengan total 8 kejadian.

Dari seluruh rekaman data kebencanaan ini, erupsi gunung api tercatat sebagai musibah yang paling jarang terjadi di Indonesia sepanjang Semester I 2026, dengan frekuensi aktivitas vulkanis hanya sebanyak 2 kali.

Sedangkan, tsunami menjadi satu-satunya jenis bencana yang tidak mencatatkan peristiwa sama sekali pada enam bulan pertama tahun 2026 ini.

Baca Juga: Distribusi Bantuan bagi Guru Terdampak Bencana di Tiap Jenjang

Sumber:

https://gis.bnpb.go.id/dev/map/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook