Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) terus menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisnus mencapai 106,2 juta perjalanan, meningkat 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) dan naik 8,8% dibandingkan April 2026 (month-to-month). Secara kumulatif, sepanjang Januari-Mei 2026, jumlah perjalanan wisnus telah mencapai 523,2 juta perjalanan, atau tumbuh 2,9% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Baca Juga: 7 Kota/Kabupaten Favorit Wisnus di Jawa Barat, Ada Daerahmu?
Tingginya mobilitas masyarakat masih didominasi oleh penduduk yang berasal dari Pulau Jawa. Hal ini mencerminkan besarnya jumlah penduduk di wilayah tersebut sekaligus tingginya aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata domestik. BPS juga mencatat bahwa sekitar 65,5% perjalanan wisnus pada Mei 2026 berasal dari Pulau Jawa.
Berdasarkan provinsi asal, Jawa Barat menjadi daerah penyumbang perjalanan wisatawan nusantara terbesar dengan 19,7 juta perjalanan. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur sebanyak 16,7 juta perjalanan, disusul Jawa Tengah dengan 13,5 juta perjalanan. Sementara itu, DKI Jakarta berada di peringkat keempat dengan 9,5 juta perjalanan, diikuti Banten sebanyak 7,2 juta perjalanan.
Di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara menjadi provinsi dengan jumlah perjalanan wisnus terbesar, yakni mencapai 5 juta perjalanan. Selanjutnya terdapat Sulawesi Selatan dengan 3,6 juta perjalanan, DI Yogyakarta sebanyak 2,9 juta perjalanan, Lampung sekitar 2,4 juta perjalanan, dan Bali dengan 2,3 juta perjalanan. Kesepuluh provinsi tersebut menjadi daerah asal wisatawan nusantara terbanyak selama Mei 2026.
Selain mencatat jumlah perjalanan yang tinggi, beberapa provinsi juga mengalami pertumbuhan tahunan yang signifikan. Jawa Tengah mencatat kenaikan 19,3% dibandingkan Mei 2025, Banten tumbuh 15,5%, dan DI Yogyakarta meningkat 17,5%. Di sisi lain, Sumatra Utara dan Lampung mengalami sedikit penurunan secara tahunan meski tetap masuk dalam daftar sepuluh provinsi asal perjalanan wisnus terbesar.
Data ini menunjukkan bahwa aktivitas wisata domestik di Indonesia masih bertumpu pada provinsi-provinsi dengan populasi besar, terutama di Pulau Jawa. Tingginya mobilitas tersebut menjadi indikator kuat bahwa permintaan terhadap sektor pariwisata domestik tetap terjaga dan berpotensi terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang 2026.
Baca Juga: Jakarta Selatan Jadi Incaran Turis Lokal pada April 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/07/01/2588/mei-2026--kunjungan-wisman-di-indonesia-mencapai-1-38-juta-kunjungan--jumlah-perjalanan-wisnus-106-16-juta--jumlah-perjalanan-wisnas-550-38-ribu--dan-tingkat-penghunian-kamar--tpk--di-hotel-bintang-50-76-persen-.html