Ajang FIFA World Cup 2022 di Qatar menjadi panggung pembuktian bagi kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, dalam mengeksekusi tendangan penalti di bawah tekanan ekstrem. Sepanjang turnamen, Argentina mendapatkan hadiah penalti terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Dari total tujuh tendangan titik putih yang dieksekusi oleh Messi, baik pada waktu normal maupun babak adu penalti, terdapat pola distribusi arah tembakan yang sangat analitis dan terukur.
Rekam jejak statistik memperlihatkan bahwa arah tembakan tidak dilakukan secara acak, melainkan merupakan hasil pembacaan situasi terhadap pergerakan penjaga gawang lawan.
Berdasarkan data analisis yang dirilis oleh FIFA Training Centre, mayoritas arah tendangan penalti Messi dieksekusi menuju sisi kanan gawang. Tercatat sebanyak empat dari tujuh tendangan diarahkan ke sebelah kanan.
Arah tembakan ini digunakan saat menghadapi Polandia (waktu normal), Belanda (waktu normal), Kroasia, dan Prancis (waktu normal). Keputusan membidik sisi kanan ini didominasi oleh kombinasi tembakan mendatar (low-right) dan tembakan tinggi (high-right) yang bertujuan untuk menaklukkan jangkauan maksimal kiper.
Sementara itu, tiga tendangan penalti lainnya dieksekusi secara presisi ke arah kiri gawang (low-left). Tembakan ke arah kiri ini tercatat terjadi pada laga pembuka fase grup melawan Arab Saudi, serta pada dua momen krusial babak adu penalti, yakni saat menyingkirkan Belanda di perempat final dan menundukkan Prancis di partai puncak.
Distribusi arah tembakan yang hampir seimbang antara kanan dan kiri ini menjadi bukti bahwa Messi memiliki kebebasan psikologis untuk tidak bergantung pada satu sisi favorit. Analisis lebih jauh menunjukkan bahwa Messi tidak pernah mengulangi tendangan dengan teknik, kecepatan, dan arah yang sama persis secara berurutan.
Saat mengeksekusi penalti ke arah kiri, pendekatannya lebih banyak bergantung pada teknik manipulasi pandangan kiper (wrong-footing), di mana bola digulirkan perlahan berlawanan dengan arah jatuhnya penjaga gawang. Variasi arah tembakan ini menjadi kunci utama yang membuat daya antisipasi lawan hancur, sekaligus menegaskan reputasi penyelesaian akhir yang mematikan di level sepak bola tertinggi.
Baca Juga: 6 Gol Kemenangan Paling Dramatis di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Sumber:
https://www.fifatrainingcentre.com/en/game/game-analysis/set-plays/set-play-routines/messi-penalties-at-the-fifa-world-cup-2022-seven-steps-to-immortality.php