Jakpat dalam surveinya bertajuk Pet Industry in Indonesia mengungkapkan bahwa publik Indonesia memiliki preferensinya masing-masing dalam memilih merek makanan kucing favorit mereka.
Dari sekian banyak pilihan di pasar, Whiskas sukses memuncaki daftar brand makanan kucing terfavorit publik Indonesia pada tahun 2026 dengan persentase mencapai 55%. Artinya, 5 dari 10 pemilik kucing memilih merek ini sebagai asupan harian peliharaan mereka.
Baca Juga: 7 Jenis Pengeluaran Utama untuk Anabul, Makanan Paling Tinggi!
Popularitas Whiskas di posisi puncak bukanlah tanpa alasan. Merek asal Amerika Serikat ini juga dinobatkan sebagai merek makanan kucing yang paling dikenal luas oleh 79% responden.
Berikutnya, Me-O bertengger di posisi kedua dengan persentase 34% responden. Makanan kucing dari Tailan ini juga menduduki peringkat kedua dalam daftar brand makanan kucing yang paling dikenal dengan angka yang berbeda tipis dari Whiskas, yaitu 63%.
Bangku ketiga dalam daftar makanan kucing terfavorit publik Indonesia pada tahun 2026 adalah Bolt dengan persentase yang cenderung jauh dari dua brand di atasnya. Sebagai satu-satunya merek produksi dalam negeri di daftar lima besar, produk dari PT Central Proteina Prima Tbk ini mengantongi 23% suara.
Meski begitu, tingkat kepopuleran Bolt tidak begitu mencolok. Bolt mendapatkan angka 42% dalam pemeringkatan makanan kucing yang paling populer di Indonesia pada tahun 2026.
Urutan keempat ditempati oleh Royal Canin sebagai produk asal Prancis dengan proporsi 21%. Padahal, Royal Canin sendiri berada di posisi ketiga dalam daftar brand makanan kucing terpopuler dengan angka 56%.
Hal ini mengindikasikan bahwa meski banyak masyarakat yang mengenal merek premium, pilihan pakan harian untuk kucing mereka cenderung jatuh pada produk-produk yang dianggap lebih terjangkau dan mudah diakses.
Ori Cat yang berasal dari China menutup daftar dengan dipilih oleh 15% responden, menjadikannya sebagai brand kelima dalam pemeringkatan makanan kucing yang paling sering digunakan oleh publik Indonesia.
Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan via Jakpat mobile app pada 9-10 Maret 2026, dengan total 1.254 responden yang didominasi oleh kelompok Milenial (51%), diikuti oleh Gen Z (37%) dan Gen X (12%). Dengan tingkat kepercayaan yang terjaga, survei ini memiliki margin of error di bawah 5%.
Baca Juga: Mana yang Lebih Cerdas, Anjing atau Kucing?
Sumber:
https://insight.jakpat.net/pet-industry-in-indonesia/