Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh masih menunjukkan angka tinggi sepanjang Kuartal I 2026. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang Whoosh tembus 1,4 juta pada Kuartal I 2026, naik 4,06% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pada Januari 2026, jumlah penumpang Whoosh tercatat mencapai 508,7 ribu orang. Namun, angka tersebut menurun pada Februari menjadi 443,8 ribu penumpang. Memasuki Maret 2026, jumlah penumpang kembali meningkat tipis menjadi 456,4 ribu orang.
Secara total, jumlah penumpang selama tiga bulan pertama 2026 mencapai sekitar 1,41 juta orang. Capaian ini menunjukkan bahwa Whoosh masih menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat untuk perjalanan cepat antara Jakarta dan Bandung.
Baca Juga: Whoosh Angkut 6 Juta Penumpang Sepanjang 2025
Jika melihat tren sepanjang setahun terakhir, jumlah penumpang tertinggi terjadi pada Desember 2025 yang mencapai 613,7 ribu orang. Tingginya mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun menjadi faktor utama melonjaknya penggunaan kereta cepat pada periode tersebut.
Sementara itu, sepanjang 2025, jumlah penumpang Whoosh cenderung stabil di kisaran 500 ribu penumpang per bulan. Pada Maret 2025, jumlah penumpang tercatat sebesar 346 ribu. Jumlahnya meningkat menjadi 499 ribu pada bulan berikutnya, dan terus naik dengan stabil hingga mencapai 580 ribu penumpang pada Juli.
Pada Agustus, terjadi sedikit penurunan menjadi 534 ribu, yang terus berlanjut hingga bulan berikutnya menjadi 474 ribu penumpang. Memasuki akhir tahun, jumlah penumpang whoosh secara stabil terus meningkat.
Kehadiran Whoosh dinilai semakin memperkuat konektivitas antarkota, khususnya di koridor Jakarta–Bandung. Selain menawarkan waktu tempuh yang singkat, moda transportasi ini juga menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan bisnis maupun wisata.
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Sulit Balik Modal?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/04/2566/perkembangan-transportasi.html