Indonesia Ekspor 3,7 Juta Gas Alam ke Jepang pada 2025

Selain Jepang, Indonesia juga mengekspor gas alam ke China (3,7 juta ton) dan Singapura (3,5 juta ton).

Negara Tujuan Ekspor Gas Alam Indonesia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Indonesia mencatatkan ekspor gas alam dalam jumlah besar sepanjang 2025, dengan Jepang menjadi tujuan utama. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor gas alam Indonesia mencapai 14,3 juta ton pada 2025, turun tipis dari tahun sebelumnya yang sebesar 15,4 juta ton. Nilai ekspornya juga turun dari US$8,9 miliar pada 2024 menjadi US$7,3 miliar pada tahun berikutnya.

Dari jumlah tersebut, Jepang jadi negara tujuan utama ekspor gas alam Indonesia, dengan berat mencapai 3,79 juta ton senilai US$2,08 miliar.

Selain Jepang, China juga menjadi importir utama dengan volume yang hampir setara, yakni 3,78 juta ton dengan nilai mencapai US$1,99 miliar. Kedua negara ini secara bersama-sama menyerap porsi terbesar ekspor gas alam Indonesia, mencerminkan tingginya permintaan energi di kawasan Asia Timur.

Baca Juga: Ekspor Gas Alam Indonesia Turun, Terendah di 2023

Di posisi berikutnya, Singapura mencatat impor sebesar 3,5 juta ton senilai US$1,83 miliar, disusul Korea Selatan dengan 2,2 juta ton senilai US$943,1 juta. 

Peran Singapura cukup menarik karena negara ini berfungsi sebagai hub energi regional, sehingga sebagian impor kemungkinan akan didistribusikan kembali. Sementara itu, Korea Selatan sebagai negara industri maju juga menjadi pasar penting, meskipun volumenya masih di bawah tiga besar.

Negara lain seperti Taiwan (335,9 ribu ton) dan Thailand (290,5 ribu ton) berada di kelompok menengah. Sementara itu, Filipina (137,5 ribu ton) dan Meksiko (65,1 ribu ton) mencatat volume yang relatif kecil.

Negara lainnya menyumbang sekitar 138 ribu ton, menandakan adanya beberapa pasar tambahan dengan kontribusi terbatas.

Dari tahun ke tahun, berat ekspor gas alam Indonesia cenderung menurun. Setelah mencapai titik tertinggi dalam lima tahun terakhir pada 2021 dengan 17,1 juta ton, berat ekspornya turun menjadi 15,6 juta ton pada tahun berikutnya, dan terus turun menjadi 15,4 juta ton pada tahun 2023. Seiring dengan penurunan tersebut, nilai ekspornya juga berangsur turun.

Baca Juga: Produksi Gas Bumi Semester I 2025 Capai 119% dari Target

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook