Kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada awal 2026 menunjukkan dinamika yang cukup positif. Sepuluh komoditas utama ekspor nonmigas masih menjadi penopang utama perdagangan luar negeri Indonesia dengan kontribusi yang signifikan terhadap total ekspor nasional.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor dari sepuluh golongan barang utama (HS 2 digit) pada Januari 2026 mencapai US$14,07 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang sekitar 66,17% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia. Secara tahunan, nilai ekspor dari kelompok komoditas ini juga tercatat tumbuh 11,30% (year-on-year).
Baca Juga: Indonesia Ekspor 514 Juta Ton Batu Bara pada 2025
Di antara berbagai komoditas tersebut, lemak dan minyak hewani/nabati masih menjadi penyumbang terbesar. Pada Januari 2026, nilai ekspornya mencapai US$3,13 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$2,14 miliar. Kenaikan ini setara dengan pertumbuhan 46,05% secara tahunan dan menjadi peningkatan terbesar di antara komoditas lainnya.
Komoditas besar berikutnya adalah bahan bakar mineral dengan nilai ekspor US$2,46 miliar pada Januari 2026. Meski nilainya masih tinggi, komoditas ini justru mengalami penurunan 11,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar di antara sepuluh komoditas utama.
Sementara itu, besi dan baja menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor US$2,12 miliar, relatif stabil dengan penurunan tipis sekitar 0,13% secara tahunan. Beberapa komoditas industri juga menunjukkan kinerja yang cukup kuat. Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya mencatat nilai ekspor US$1,53 miliar, sedangkan nikel dan barang daripadanya mencapai US$1,04 miliar dengan pertumbuhan tahunan yang tinggi, yakni sekitar 42,04%. Lonjakan ini mencerminkan masih kuatnya permintaan global terhadap komoditas mineral strategis Indonesia.
Di sisi lain, kendaraan dan bagiannya mencatat nilai ekspor US$1,02 miliar, diikuti logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$756,4 juta. Komoditas lainnya seperti berbagai produk kimia senilai US$717,6 juta, mesin dan peralatan mekanis sebesar US$666,7 juta, serta alas kaki sekitar US$630,2 juta turut melengkapi daftar sepuluh komoditas utama ekspor nonmigas.
Secara keseluruhan, komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia masih ditopang oleh kombinasi komoditas berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur. Dengan permintaan global yang masih terjaga pada beberapa sektor utama, kinerja ekspor nonmigas Indonesia di awal 2026 tetap berada pada jalur pertumbuhan positif.
Baca Juga: Ekspor Kecap Indonesia Capai 11 Juta Kg pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2550/ekspor-dan-impor-indonesia-januari-2026-masing-masing-tercatat-usd-22-16-miliar-dan-usd-21-20-miliar.html