Memasuki usia lanjut, kebutuhan hidup seseorang umumnya mengalami perubahan. Selain kebutuhan kesehatan yang semakin meningkat, lansia juga memerlukan jaminan ekonomi agar dapat menjalani kehidupan dengan aman dan layak. Karena itu, kesiapan finansial menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kualitas hidup masyarakat di usia senja.
Baca Juga: Akses Internet Lansia Terus Meningkat, Capai 34% pada 2025
Namun, kondisi ekonomi setiap orang berbeda-beda. Tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk menyiapkan dana hari tua sejak usia produktif. Sebagian besar pekerja di Indonesia masih menghadapi keterbatasan pendapatan, pekerjaan yang tidak tetap, hingga minimnya akses terhadap program pensiun dan investasi jangka panjang. Situasi tersebut membuat sebagian lansia tetap bekerja atau bergantung pada dukungan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), keluarga menjadi sumber utama penghidupan lansia di Indonesia dengan persentase mencapai 48,56%. Angka ini menunjukkan bahwa hampir separuh lansia masih mengandalkan bantuan anggota keluarga sebagai penopang ekonomi utama. Kondisi tersebut mencerminkan besarnya peran keluarga dalam menopang kesejahteraan lansia di Indonesia.
Selain bergantung pada keluarga, sebanyak 37,72% lansia masih mengandalkan pekerjaan sebagai sumber penghidupan utama. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian lansia tetap aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu, lansia yang memperoleh penghasilan dari dana pensiun tercatat sebesar 8,82%.
Di sisi lain, lansia yang mengandalkan jaminan sosial atau bantuan sosial sebagai sumber utama penghidupan hanya sebesar 2,42%. Adapun sumber penghidupan dari tabungan dan investasi tercatat paling rendah, yakni 1,13%. Rendahnya angka tersebut menunjukkan bahwa kesiapan finansial jangka panjang masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan agar lansia di masa mendatang dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera.
Baca Juga: Kejahatan terhadap Lansia Meningkat pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2645/supas-2025--angka-kelahiran-total--tfr--sebesar-2-13---angka-kematian-bayi--imr--sebesar-14-12--dan-persentase-lansia-mencapai-11-97-persen-.html