Aktivitas impor nonmigas Indonesia pada awal 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan terhadap barang modal dan bahan baku yang mendukung aktivitas produksi di dalam negeri.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS pada Januari 2026, nilai impor nonmigas Indonesia tercatat sebesar US$18,04 miliar, naik sekitar US$2,58 miliar atau 16,71% dibandingkan Januari 2025. Dari total tersebut, sepuluh golongan barang utama (HS 2 digit) menyumbang sekitar 60,10% atau senilai US$10,84 miliar terhadap total impor nonmigas nasional.
Baca Juga: 10 Negara Asal Impor Nonmigas Indonesia Januari-September 2025
Jika dilihat dari komposisinya, mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya menjadi komoditas dengan nilai impor terbesar. Pada Januari 2026, nilai impornya mencapai US$2,92 miliar, meningkat 29,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang sekitar 16,20% terhadap total impor nonmigas.
Posisi berikutnya ditempati oleh mesin/peralatan mekanis dan bagiannya dengan nilai impor US$2,90 miliar atau naik 12,09% secara tahunan. Komoditas ini memberikan kontribusi sekitar 16,07% terhadap total impor nonmigas Indonesia.
Selanjutnya, plastik dan barang dari plastik mencatat nilai impor US$949,2 juta, meningkat 5,92% dibandingkan Januari 2025. Di bawahnya terdapat kendaraan dan bagiannya dengan nilai impor US$822,8 juta, yang juga tumbuh 7,48% secara tahunan.
Komoditas lain yang turut menyumbang nilai impor cukup besar adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$747,2 juta. Kelompok ini mencatat lonjakan paling tinggi dengan pertumbuhan mencapai 152,50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, besi dan baja mencatat nilai impor US$614,5 juta, meskipun mengalami penurunan sekitar 14,11% secara tahunan, diikuti oleh berbagai produk kimia yang mencapai US$531,9 juta dengan pertumbuhan 38,69%.
Selanjutnya, bahan kimia organik tercatat sebesar US$507 juta, mengalami penurunan sekitar 9,12% dibandingkan Januari 2025. Adapun kendaraan udara dan bagiannya mencatat nilai impor US$483 juta, sementara serealia mencapai US$363 juta dan tumbuh 37,53% secara tahunan.
Secara keseluruhan, struktur impor nonmigas Indonesia pada awal 2026 masih didominasi oleh barang-barang yang berkaitan dengan kebutuhan industri dan kegiatan produksi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan impor tidak hanya dipicu oleh konsumsi, tetapi juga mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang terus bergerak dan membutuhkan pasokan bahan baku serta peralatan produksi dari luar negeri.
Baca Juga: Masih Andalkan Mesin Impor, Indonesia Habiskan US$36 Miliar pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2550/ekspor-dan-impor-indonesia-januari-2026-masing-masing-tercatat-usd-22-16-miliar-dan-usd-21-20-miliar.html