Partisipasi politik generasi muda terus meningkat seiring berkembangnya ruang demokrasi digital. Anak muda tidak lagi sekadar menjadi pemilih pasif, tetapi juga penilai aktif terhadap kinerja presiden maupun para pemimpin daerah. Dengan demikian, persepsi generasi muda terhadap gubernur menjadi indikator penting untuk membaca arah harapan publik ke depan, terutama terkait kualitas kepemimpinan, integritas, dan responsivitas kebijakan.
Muda Bicara ID melakukan survei pada 1-30 Maret 2026 menggunakan metode computer-assisted self interviewing (CASI) dengan melibatkan 800 responden penduduk Indonesia usia 17-40 tahun. Sampel ini disusun melalui stratified random sampling berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan wilayah. Survei ini memiliki margin of error ±5% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Dalam hasil survei, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menempati posisi teratas dengan persentase 18,5%. Capaian ini menunjukkan tingginya apresiasi terhadap kinerjanya di mata generasi muda, terutama dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif.
Hal ini juga selaras dengan tingkat kepuasan publik di daerahnya. Berdasarkan hasil survei yang dirilis Indikator Politik, sebanyak 85,1% publik Maluku Utara menyatakan puas terhadap kinerja Sherly Tjoanda, dengan rincian 41,5% sangat puas dan 43,6% cukup puas. Tingginya angka kepuasan ini memperkuat legitimasi kepemimpinannya sekaligus menjelaskan mengapa namanya berada di posisi teratas dalam persepsi anak muda.
Baca Juga: 85% Publik Maluku Utara Puas terhadap Kinerja Gubernur Sherly Tjoanda
Di posisi kedua terdapat Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan 17,3%. Sebagai pemimpin ibu kota, ia mendapat perhatian besar terutama dalam pengelolaan kota dan transportasi publik. Sementara itu, Dedi Mulyadi dari Jawa Barat berada di posisi ketiga dengan 17,1%, dikenal dekat dengan rakyat dan aktif di media sosial sehingga mudah diterima oleh anak muda.
Posisi berikutnya diisi oleh Sri Sultan HB X dari DI Yogyakarta dengan 15%. Sosok ini dinilai mampu menjaga stabilitas daerah sekaligus mempertahankan nilai budaya. Di posisi berikutnya, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf memperoleh 7,2% dan dinilai sebagai simbol stabilitas daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dengan 7% juga mendapat apresiasi atas fokusnya pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi lokal.
Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah memperoleh 6,20%, disusul Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution dengan 3,10%. I Wayan Koster selaku Gubernur Bali mendapatkan 2,40%, dengan perhatian pada isu pariwisata, budaya, dan lingkungan. Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu M. Iqbal menutup sepuluh besar dengan 1,20%.
Baca Juga: 95% Publik Jawa Barat Puas terhadap Kinerja Gubernur Dedi Mulyadi
Sumber:
https://www.mudabicara.id/kajian/rilis-laporan-survei-nasional-muda-bicara-id-q1/