Dominasi pelaku seni di Jakarta kian menyebar di seluruh wilayah. Pelaku seni sendiri mencakup mereka yang pernah terlibat setidaknya dalam satu jenis pertunjukan, pameran, serta produksi seni dan tradisi, seperti film, seni musik, seni rupa, seni sastra, seni tari budaya Indonesia, seni teater atau pewayangan, dan seni lainnya, baik sebagai pelaku maupun pendukung dengan usia di atas sepuluh tahun.
Menurut portal Satudata Jakarta, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan pelaku seni terbanyak di Jakarta pada 2025, mencapai 6.826 orang atau menyumbang 30,78% dari pelaku seni yang ada di Jakarta.
Peringkat kedua diisi oleh Jakarta Pusat dengan 5.143 orang, diikuti oleh Kepulauan Seribu dengan 3.648 orang.
Jakarta Timur berada di peringkat keempat dengan 2.787 pelaku seni, disusul oleh Jakarta Utara sebanyak 2.007 dan Jakarta Barat sebesar 1.765 pelaku seni.
Baca Juga: Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2025
Adapun berdasarkan kecamatan, wilayah Kebayoran Baru menjadi penyumbang terbanyak dengan 3.634 pelaku seni, diikuti Kepulauan Seribu Utara dengan 3.368 pelaku seni.
Salah satu yang terunik adalah sebanyak 3.354 pelaku seni di Kepulauan Seribu berasal dari Pulau Panggang. Hal tersebut menandakan sebanyak 99,58% dari pelaku seni di Kecamatan ini berasal dari kelurahan Pulau Panggang.
Dominasi pelaku seni di Jakarta sekarang memang semakin menarik karena pusat aktivitasnya tidak lagi cuma terkonsentrasi di kawasan inti saja. Data di atas menegaskan bahwa geliat seni semakin menyebar sampai wilayah administratif dan permukiman warga, termasuk Kepulauan Seribu. Hal tersebut menandakan ekosistem budaya Jakarta hidup secara merata.
Penyebaran pelaku seni hingga ke wilayah administratif yang selama ini dianggap perifer memperlihatkan adanya perubahan pola partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya dan kreatif. Pertumbuhan tersebut juga menandakan bahwa seni semakin menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat di berbagai wilayah Jakarta.
Di sisi lain, banyaknya komunitas-komunitas teater muda juga semakin aktif membawa isu sosial dan urban Jakarta ke atas panggung. Pementasan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi ruang dialog warga tentang identitas kota, lingkungan, hingga kehidupan sehari-hari di kampung-kampung urban.
Dukungan ruang publik dan kolaborasi antar komunitas membuat ekosistem seni Jakarta terasa lebih inklusif dan tidak lagi eksklusif bagi kalangan tertentu saja.
Baca Juga: Pertunjukan Musik Jadi Pertunjukan Favorit Warga Indonesia
Sumber:
https://satudata.jakarta.go.id/statistik-sektoral/detail?kategori=artikel&page_url=jakarta-selatan-merupakan-wilayah-dengan-pelaku-seni-terbanyak-di-jakarta-tahun-2025