Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026, Akhiri Surplus 72 Bulan

Indonesia terakhir kali mencatatkan defisit neraca perdagangan pada April 2020 sebesar US$0,40 miliar.

Neraca Perdagangan Indonesia

(Desember 2025-Mei 2026)
Ukuran Fon:

Neraca perdagangan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kinerja perdagangan suatu negara dengan dunia internasional. Melalui selisih antara nilai ekspor dan impor, neraca perdagangan dapat menggambarkan kondisi aktivitas perdagangan sekaligus memberikan gambaran mengenai ketahanan sektor eksternal suatu perekonomian.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit sebesar US$1,61 miliar. Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya defisit pada sektor migas meski perdagangan nonmigas masih membukukan surplus.

Defisit tersebut sekaligus mengakhiri tren surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026. Sebelumnya, Indonesia terakhir kali mencatatkan defisit pada April 2020 sebesar US$0,40 miliar.

Adapun Maret menjadi bulan dengan surplus tertinggi sepanjang 2026 sebesar US$3,32 miliar, disusul oleh Februari sebesar US$1,27 miliar dan Januari sebesar US$0,95 miliar.

Baca Juga: Produksi Cenderung Menurun, Neraca Perdagangan Kakao Indonesia Turut Mengecil

Neraca perdagangan secara kumulatif sepanjang tahun 2026 mencatatkan US$4,03 miliar. Hasil tersebut didorong oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$16,31 miliar, tetapi komoditas migas tercatat defisit sebesar US$12,28 miliar.

Kinerja ekspor nonmigas yang tetap positif tersebut didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam, seperti bahan bakar mineral serta nikel. Adapun jika dilihat berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Meski pada Mei 2026 neraca perdagangan kembali mencatatkan defisit, surplus kumulatif sepanjang tahun menunjukkan bahwa kinerja perdagangan luar negeri Indonesia masih ditopang oleh kuatnya ekspor nonmigas.

Ke depan, perkembangan perdagangan migas akan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap keseimbangan neraca perdagangan secara keseluruhan.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$33 Miliar Sepanjang 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDk4IzI=/nilai-neraca-perdagangan.html

https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2813026.aspx

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook