43 Ribu Pekerja Terkena PHK Sepanjang Januari-Juli 2026, Jawa Barat Terbanyak
Sebanyak 43.805 pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Juli 2026, dengan Jawa Barat mencatat angka tertinggi sebanyak 8.830 pekerja.
10 Provinsi dengan Jumlah Pekerja Ter-PHK Terbanyak
(Januari-Juli 2026)
Unduh
Pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi salah satu persoalan yang mewarnai kondisi ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Perubahan kondisi usaha, penyesuaian operasional, hingga dinamika di berbagai sektor industri dapat memengaruhi kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebanyak 43.805 pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Juli 2026. Angka tersebut tercatat berdasarkan domisili tenaga kerja yang mengalami PHK.
Baca Juga: Sektor Informasi Kembali Pimpin Prospek Perekrutan Tenaga Kerja pada Kuartal III 2026
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak, yakni mencapai 8.830 pekerja. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20,2% dari total PHK nasional pada periode tersebut. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 4.781 pekerja dan Banten sebanyak 4.767 pekerja.
DKI Jakarta berada di urutan keempat dengan 3.190 pekerja, disusul Jawa Tengah sebanyak 3.074 pekerja. Di luar Pulau Jawa, Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi dalam daftar ini, yakni 2.961 pekerja, kemudian Kalimantan Timur sebanyak 2.751 pekerja. Sumatra Utara juga masuk dalam jajaran provinsi dengan angka PHK terbesar, mencapai 2.535 pekerja. Adapun Sulawesi Selatan mencatat 1.678 pekerja dan Sumatra Selatan sebanyak 1.664 pekerja.
Tingginya angka PHK di Jawa Barat perlu dilihat dengan mempertimbangkan besarnya aktivitas ekonomi dan jumlah perusahaan di wilayah tersebut. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Jawa Barat, Firman Desa, menilai angka PHK di provinsinya perlu dilihat secara proporsional.
Menurutnya, Jawa Barat merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia dengan jumlah perusahaan sekitar 500 ribu. Dengan jumlah tersebut, angka PHK yang tercatat dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan perusahaan yang beroperasi.
“Kalau dibandingkan dengan jumlah perusahaan di Jawa Barat, persentasenya relatif kecil. Tapi apa pun itu, kami tetap memantau perkembangan yang terjadi,” ujarnya mengutip TribunNews (10/8/2026).
Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, juga menilai tingginya PHK di Jawa Barat berkaitan dengan besarnya jumlah tenaga kerja di provinsi tersebut. Meski demikian, ia menilai faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab. Kondisi pada setiap sektor usaha juga perlu dicermati untuk memahami dinamika PHK secara lebih menyeluruh.
“Secara profil memang tenaga kerja di Jawa Barat paling besar di Indonesia sehingga berkorelasi dengan jumlah PHK. Tetapi itu bukan satu-satunya penjelasan,” ujarnya mengutip TribunNews (10/8/2026).
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas investasi Jawa Barat masih menunjukkan perkembangan positif. Realisasi investasi sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp138,13 triliun dan menyerap 246.887 tenaga kerja.
Perkembangan investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi sinyal bahwa peluang ekonomi tetap terbuka di tengah tingginya PHK. Penguatan investasi, penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan keterampilan pekerja diharapkan dapat menjaga ketahanan pasar kerja dan memperluas kesempatan kerja ke depan.
Baca Juga: Kenapa Banyak Sarjana RI Menganggur, Benarkah karena 'Pilih-Pilih Kerjaan'?
Sumber:
https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/3663
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Brand Foundation Terpopuler di Indonesia 2026