Benarkah Pemerintah Revitalisasi 17 Ribu Sekolah pada 2025?

Presiden Prabowo mengklaim telah merevitalisasi 17 ribu sekolah pada tahun 2025. Data Kemendikdasmen mencatat perbaikannya hanya menyentuh 16.177 unit sekolah.

Proporsi Satuan Pendidikan Penerima Revitalisasi di Indonesia

(Tahun 2025)

Poin Penting

  • Perbedaan data revitalisasi sekolah antara pidato presiden dan kementerian menunjukkan adanya inkonsistensi pelaporan capaian program di tingkat pemerintahan.
  • Sebagian besar revitalisasi sekolah (99,55%) berfokus pada perbaikan fasilitas yang sudah ada, menunjukkan prioritas pada pemulihan infrastruktur dasar pendidikan.
  • Target penyelesaian perbaikan seluruh sekolah rusak pada tahun 2029 mengindikasikan komitmen kuat pemerintah terhadap pemerataan fasilitas pendidikan yang layak.
  • Rencana modernisasi kelas dengan IFP dan optimalisasi pembelajaran jarak jauh mencerminkan adaptasi pendidikan terhadap teknologi dan upaya pemerataan akses materi berkualitas.

Momentum Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026) menjadi panggung bagi Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto untuk memaparkan capaian pemerintah selama 21 bulan masa jabatannya.

Dalam pidato kenegaraan tersebut, salah satu klaimnya adalah keberhasilan program revitalisasi sekolah. Presiden Prabowo menyatakan bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah telah sukses merealisasikan perbaikan terhadap 17 ribu sekolah di Indonesia.

Faktanya, klaim perbaikan sekolah rusak tersebut berbeda jika dibandingkan dengan catatan resmi kementerian. Menurut publikasi di laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), realisasi revitalisasi sekolah pada 2025 hanya menyentuh angka 16.177 satuan pendidikan.

Baca Juga: Revitalisasi Sekolah dan Insentif Guru Dorong Mutu Pendidikan Indonesia

Secara rinci, perolehan angka data Kemendikdasmen tersebut sebagian besar merupakan jumlah dari proyek pembangunan dan rehabilitasi terhadap 16.105 satuan pendidikan yang mengalami kerusakan, atau dengan persentase 99,55%.

Sisanya, sebesar 0,45% dari total sekolah yang direvitalisasi atau sebanyak 72 unit sekolah baru telah didirikan pada tahun 2025.

Meskipun selisih angkanya tipis, ketidakselarasan data antara pidato Kepala Negara dengan publikasi ini mengindikasikan bahwa pelaporan capaian program pemerintah dari tingkat kementerian teknis ke pusat masih belum sesuai dan memerlukan sinkronisasi lebih lanjut.

Sebagai upaya keberlanjutan program tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dengan memasang target untuk merampungkan perbaikan seluruh sekolah rusak di Indonesia paling lambat pada tahun 2029, atau bertepatan dengan akhir masa kepemimpinannya.

“Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat. Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga berencana memodernisasi ruang-ruang kelas. Ke depannya, fasilitas pendidikan di Indonesia akan dilengkapi dengan perangkat layar pintar interaktif atau interactive flat panel (IFP) guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Selain itu, sistem pembelajaran jarak jauh melalui skema siaran langsung juga akan kian dioptimalkan. Terobosan ini memungkinkan guru-guru berprestasi untuk mengajar langsung dari studio khusus di Jakarta maupun ibu kota provinsi yang nantinya materi tersebut dapat diakses secara merata oleh sekolah-sekolah di seluruh tanah air.

Baca Juga: Distribusi Ruang Kelas di Indonesia 2024/2025 Menurut Status Sekolah

Sumber:

https://revit.kemendikdasmen.go.id/home

Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc