Poin Penting
- Akumulasi pelanggan seluruh rute Transjabodetabek pada Juni 2026 mencapai 2,67 juta.
- Rute P11 (Bogor-Blok M) memiliki pelanggan terbanyak dengan 401.153 orang.
- Rute D21 (UI-Lebak Bulus) menempati posisi kedua dengan 295.020 pelanggan.
- Sepuluh rute teratas menyumbang lebih dari separuh total pelanggan Transjabodetabek.
- Usulan kenaikan tarif Transjabodetabek menjadi Rp10.000 masih dalam tahap kajian.
Layanan Transjabodetabek terus menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian dari kawasan penyangga menuju Jakarta. Tingginya mobilitas setiap hari menjadikan sejumlah rute mencatat jumlah pelanggan yang jauh lebih tinggi dibandingkan rute lainnya.
Pada Juni 2026, terdapat sejumlah rute dengan pelanggan terbanyak. Hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum di Jabodetabek.
Berdasarkan data PT Transjakarta, akumulasi pelanggan dari seluruh rute layanan Transjabodetabek pada Juni 2026 mencapai 2,67 juta pelanggan. Dari total tersebut, terdapat 10 rute yang menjadi penyumbang jumlah pengguna terbesar.
Baca Juga: Deretan Transportasi Umum Tersibuk di Jakarta pada 2025
Rute Transjabodetabek dengan pelanggan terbanyak pada Juni 2026 adalah P11 (Bogor-Blok M) dengan 401.153 orang, disusul oleh rute D21 (UI-Lebak Bulus) sebanyak 295.020 pelanggan.
Peringkat ketiga diisi oleh T11 (Poris Plawad-Petamburan) dengan 257.275 pelanggan, diikuti oleh S21 (Ciputat-CSW) dengan 231.032 pelanggan. Tak hanya itu saja, layanan S22 (Ciputat-Kampung Rambutan) juga mencatatkan jumlah pelanggan terbanyak kelima dengan total 171.100 pelanggan.
Daftar rute Transjabodetabek dengan pelanggan terbanyak lainnya meliputi T31 (PIK 2-Blok M) dengan 146.707 pelanggan, S61 (Alam Sutera-Blok M) dengan 137.697 pelanggan, S11 (BSD-Jelambar) dengan 131.371 pelanggan, D11 (Depok-Cawang Sentral) dengan 129.023 pelanggan, dan terakhir B41 (Vida Bekasi-Cawang Sentral) dengan 120.785 pelanggan.
Secara keseluruhan, 10 rute tersebut menyumbang lebih dari separuh total pelanggan Transjabodetabek pada Juni 2026. Kondisi ini mengindikasikan permintaan layanan masih terkonsentrasi pada koridor yang menghubungkan kawasan permukiman di kota-kota penyangga dengan pusat perkantoran serta aktivitas ekonomi di Jakarta.
Di sisi lain, tingginya permintaan layanan tersebut muncul di tengah pembahasan mengenai penyesuaian tarif Transjabodetabek. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa rencana kenaikan tarif tidak akan diberlakukan untuk seluruh rute, melainkan hanya pada layanan tertentu yang masih dalam tahap evaluasi.
“Untuk usulan dari Dewan Transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat hadir meresmikan Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan pada Selasa (7/7/2026).
Dalam keterangannya, tarif layanan Transjakarta dalam wilayah DKI Jakarta naik menjadi Rp5.000, sedangkan tarif Transjabodetabek menjadi Rp10.000.
Hingga kini, usulan penyesuaian tarif masih berada dalam tahap kajian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Keputusan akhir nantinya diharapkan dapat mempertimbangkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan Transjabodetabek yang tercermin dari jutaan pelanggan setiap bulannya.
Baca Juga: 10 Koridor Transjakarta dengan Jumlah Pengguna Terbanyak Sepanjang Mei 2026
Sumber:
https://ppid.transjakarta.co.id/informasi/setiap-saat
https://jakarta.bpk.go.id/wp-content/uploads/2026/07/2026_KLI_JK_TEMC0707.pdf