Anggaran Kementan Dipangkas 30% dalam RAPBN 2027
Kementan hanya mendapat rancangan pagu sebesar Rp28.020 miliar dalam RAPBN 2027 dari yang sebelumnya mencapai Rp40.145 miliar pada APBN 2026.
Perkembangan Anggaran Kementerian Pertanian
(2026-2027)
Unduh
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah merencanakan pemangkasan pagu pendanaan untuk Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI).
Pada postur rancangan keuangan tahun mendatang, belanja Kementan diproyeksikan menyentuh angka Rp28.020 miliar. Nominal tersebut merosot 30,2% jika dibandingkan dengan APBN 2026 yang menembus Rp40.145 miliar.
Menilik rincian alokasinya, program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas mendominasi porsi pengeluaran Kementan, dengan target dana untuk program ketahanan pangan tersebut sebesar Rp16.155,7 miliar dalam RAPBN 2027.
Baca Juga: Peta Ketersediaan Pangan Indonesia 2025: Padi Jadi Sumber Protein Terbesar
Nilai tersebut menyerap porsi 57,7% dari total rancangan pagu kelembagaan. Apabila disandingkan dengan pendanaan pada tahun berjalan yang mencapai Rp23.814,7 miliar, anggaran Kementan untuk menopang sektor pangan ini menyusut 32,2%.
Posisi porsi terbesar kedua dalam struktur pendanaan Kementan pada tahun 2027 ditempati oleh program dukungan manajemen. Pagu anggaran untuk pos operasional internal ini mengalami penyusutan sebesar 4,1% dari APBN 2026 yang sebelumnya bernilai Rp8.958,8 miliar.
Rencananya, program dukungan manajemen ini dipagu Rp8.595,9 miliar, atau setara dengan proporsi 30,7% dari total keseluruhan rancangan pengeluaran kementerian pada 2027.
Sementara itu, dana sebanyak Rp2.454,6 miliar akan dialirkan untuk menyokong program nilai tambah dan daya saing industri. Porsi yang mencakup 8,8% dari total rancangan belanja Kementan ini tercatat mengalami penurunan sebanyak 62,9%.
Kondisi ini menjadikannya sebagai pos dengan penyusutan paling tinggi di Kementan dalam RAPBN 2027. Sebelumnya, program daya saing industri ini mendapat pagu Rp6.623,7 miliar pada APBN 2026.
Di sisi lain, tren pertumbuhan terjadi pada program pendidikan dan pelatihan vokasi, sekaligus sebagai program dengan rancangan pagu terkecil, yaitu hanya Rp813,9 miliar. Program edukasi ini mencatatkan kenaikan sebesar 8,9% dari yang mulanya hanya Rp747,7 miliar.
Dalam RAPBN 2027, program pencetak sumber daya manusia ini meraup porsi 2,9% dari keseluruhan anggaran Kementan.
Dengan ini, pemangkasan pada total anggaran Kementan yang diikuti dengan menyusutnya mayoritas pagu program kecuali pada program vokasi yang mengalami kenaikan, menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan ruang fiskal, Kementan tetap menaruh komitmen dan berinvestasi pada aspek edukasi demi mencetak tenaga kerja sektor agrikultur di masa depan.
Menyadari bahwa tantangan dan agenda pembangunan pangan nasional ke depan akan semakin masif, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menaruh harapan besar agar ada peninjauan ulang terkait tambahan kucuran dana untuk Kementan pada 2027 mendatang.
“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang diberikan kepada Kementan kalau bisa mendapat tambahan anggaran karena sangat luar biasa kerjanya,” ucap Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menhan di Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Tenaga Kerja Informal Sektor Pertanian Tembus 86%, Papua Pegunungan Tertinggi!
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing
Key Insights
- Pemotongan anggaran Kementan sebesar 30,2% mengindikasikan prioritas fiskal pemerintah yang bergeser atau adanya tekanan pada kapasitas belanja negara.
- Fokus anggaran Kementan yang tetap didominasi program ketahanan pangan (57,7%) menunjukkan upaya menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah keterbatasan dana.
- Penyusutan drastis pada program nilai tambah dan daya saing industri (62,9%) berpotensi menghambat modernisasi dan peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian.
- Kenaikan anggaran pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar 8,9% merefleksikan komitmen Kementan pada pengembangan SDM pertanian jangka panjang, meskipun dengan porsi kecil.
- Permintaan DPR untuk peninjauan ulang anggaran Kementan menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak pemotongan terhadap ketahanan pangan nasional.
Ditulis oleh Shahibah A
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
LSP Terbanyak Ada di Jatim, Inilah Daftar Sebarannya
10 Alasan Milenial Nonton Konser Musik 2026