Kalimantan Barat Jadi Provinsi dengan Karhutla Terluas, Capai 38 Ribu Ha

Kalimantan Barat mencatat luas karhutla terbesar pada 2026 dengan area terbakar mencapai 38.310,86 hektare.

10 Provinsi dengan Luas Karhutla Terluas

(Tahun 2026)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan lingkungan besar yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Luas area yang terbakar tidak hanya menunjukkan besarnya tekanan terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi daerah terdampak.

Baca Juga: Sentimen Publik RI terhadap Penanganan Karhutla di Media Online

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, total luas karhutla pada 2026 mencapai 202.010,96 hektare (ha). Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 38.310,86 hektare.

Angka tersebut menempatkan Kalimantan Barat di posisi teratas dibandingkan sejumlah provinsi lainnya. Papua Selatan berada di posisi kedua dengan luas karhutla mencapai 25.838,53 ha, disusul Nusa Tenggara Timur sebesar 19.565,16 ha dan Nusa Tenggara Barat 17.406,46 ha.

Sementara itu, Riau mencatat luas karhutla sebesar 15.738,92 ha. Berikutnya terdapat Maluku dengan 14.677 ha, Jawa Timur sebesar 10.835,28 ha, Kalimantan Selatan dengan 8.019,63 ha, serta Kalimantan Tengah yang mencapai 7.634,46 ha. Kepulauan Riau melengkapi daftar 10 provinsi dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 5.760,90 ha.

Besarnya luas area terbakar turut berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian daerah. Dalam kajian CELIOS, Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan estimasi dampak ekonomi terbesar akibat karhutla, yakni sekitar Rp5,7 triliun. Kondisi ini sejalan dengan luas area terbakar yang juga menjadi yang tertinggi.

Secara nasional, kajian tersebut memperkirakan total biaya ekonomi akibat hilangnya aset fisik dan aktivitas ekonomi dari karhutla sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai Rp29,54 triliun. Kerugian tersebut tidak hanya berasal dari aset yang terbakar, tetapi juga terhentinya berbagai aktivitas ekonomi seperti perdagangan, pertanian, serta akomodasi makanan dan minuman.

Dengan luas kebakaran yang telah mencapai puluhan ribu hektare, Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tekanan terbesar akibat karhutla pada 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan masih menjadi tantangan penting, terutama untuk mencegah meluasnya dampak lingkungan dan ekonomi.

Baca Juga: 10 Negara dengan Karhutla Terparah di Dunia 2026, Apakah Ada Indonesia?

Sumber:

https://celios.co.id/the-hidden-cost-of-fire-economic-and-health-impacts-of-forest-and-land-fires-in-indonesia-2026/

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc