10 Provinsi dengan Akses Internet Terendah pada 2025

Papua Pegunungan jadi provinsi dengan akses internet terendah, yakni 15,40%, sementara rata-rata nasional mencapai 77,63% pada 2025.

10 Provinsi dengan Persentase Penduduk yang Mengakses Internet Terendah

(Tahun 2025)

Internet kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, belajar, hingga bekerja, semakin bergantung pada koneksi internet. Meski penggunaannya terus meluas, akses internet di Indonesia masih belum merata di setiap daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 77,63% penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2025. Angka ini meningkat dibandingkan 72,78% pada 2024 dan 66,48% pada 2022. Meski demikian, sejumlah provinsi masih memiliki tingkat akses internet jauh di bawah rata-rata nasional.

Baca Juga: Mayoritas Warganet RI Habiskan 4-6 Jam Sehari untuk Mengakses Internet

Provinsi dengan persentase akses internet terendah adalah Papua Pegunungan. Pada 2025, hanya 15,40% penduduk di provinsi tersebut yang mengakses internet. Angka ini menjadi yang terendah di Indonesia dan terpaut sangat jauh dari rata-rata nasional sebesar 77,63%. Pada 2022, persentasenya bahkan hanya 6,76%, sehingga terdapat peningkatan sebesar 8,64 poin persentase dalam tiga tahun.

Di posisi berikutnya terdapat Papua Tengah dengan persentase akses internet sebesar 32,64%. Angka tersebut meningkat dari 28,71% pada 2024. Sementara itu, Papua Selatan menempati urutan ketiga dengan 50,02%. Ketiga provinsi tersebut menjadi satu-satunya wilayah yang tingkat akses internetnya masih berada di bawah 60% pada 2025.

Nusa Tenggara Timur menyusul dengan persentase 62,91%. Kemudian, Papua mencatat 64,64% dan Maluku Utara sebesar 64,97%. Sementara itu, persentase akses internet di Maluku mencapai 69,74%.

Aceh berada di urutan kedelapan provinsi dengan akses internet terendah pada 2025, dengan 70,03% penduduk yang mengakses internet. Selanjutnya, Papua Barat mencatat 70,17% dan Papua Barat Daya sebesar 70,36%. Data lengkap BPS menunjukkan adanya perbedaan yang cukup lebar antara provinsi dengan tingkat akses tertinggi dan terendah.

Kesenjangan tersebut juga terlihat jika akses internet dibandingkan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Secara nasional, 82,72% penduduk perkotaan telah mengakses internet, sedangkan di perdesaan baru mencapai 70,14%. Artinya, terdapat selisih 12,58 poin persentase antara kedua wilayah tersebut.

BPS mencatat bahwa pemerataan akses digital masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur, kondisi sosial ekonomi, keterjangkauan layanan, serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. Karena itu, peningkatan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan perluasan infrastruktur dan penguatan literasi digital agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih merata.

Baca Juga: Inilah Operator Seluler Favorit Pengguna Internet Indonesia 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/49c6f2edbe4fdc176175d833/statistik-telekomunikasi-indonesia-2025.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc