Tren Produksi Emisi Karbon Akibat Karhutla 2016-2025
Kelautan & Kehutanan • 27 April 2026Tren emisi CO₂ akibat karhutla di Indonesia dalam periode 2016–2025 menunjukkan pola yang fluktuatif, sejalan dengan dinamika luas kebakaran yang terjadi
Tren emisi CO₂ akibat karhutla di Indonesia dalam periode 2016–2025 menunjukkan pola yang fluktuatif, sejalan dengan dinamika luas kebakaran yang terjadi
Per Maret 2026, Kubu Raya (7.872 ha) jadi daerah dengan karhutla terluas di Indonesia, diikuti Ketapang (7.398 ha) dan Mempawah (4.962 ha)
Sepanjang Triwulan I 2026, luas karhutla di Indonesia sudah mencapai 55,3 ribu ha, hampir menyaingi besar Jakarta yang luasnya 66,1 ha.
Per Maret 2026, Kalimantan Barat (25,42 ribu ha) jadi provinsi dengan karhutla terluas di Indonesia, disusul Riau (8,55 ribu ha) dan Kepri (4,17 ribu ha)
Terus meningkat, jumlah kejadian karhutla berada di angka 177 peristiwa pada Juli 2025, terbanyak sepanjang 2025 menurut BNPB
Pulau Sumatra jadi sasaran utama si jago merah pada Juli 2025, dengan provinsi yang paling sering diserang adalah Riau dan Sumut
Pada Juni 2025, BNPB mencatat dua jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia, yaitu karhutla dan banjir
Jawa Timur menjadi provinsi dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan terbanyak di tahun 2024, mencapai 104 peristiwa
Selama tahun 2015-2024 luas karhutla di Indonesia cukup fluktuatif, tahun 2015 menjadi yang terluas dalam satu dekade terakhir yaitu sebesar 2,6 juta ha
Tahun 2015, emisi CO2 dari karhutla menyentuh angka tertinggi sebesar 954.129.576 ton CO2e. Sepuluh tahun setelahnya tingkat emisi CO2 cenderung fluktuatif
Wilayah Bali-Nusa Tenggara jadi yang paling terdampak dengan luas karhutla sebesar 159.595,60 ha
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK), luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan mencapai 138.865,87 Ha pada 2023.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook