10 Provinsi dengan Karhutla Terluas per Maret 2026

Per Maret 2026, Kalimantan Barat (25,42 ribu ha) jadi provinsi dengan karhutla terluas di Indonesia, disusul Riau (8,55 ribu ha) dan Kepri (4,17 ribu ha).

10 Provinsi dengan Karhutla Terluas

(Januari-Maret 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan melalui situs web SiPongi, Kalimantan Barat menduduki posisi teratas dalam daftar provinsi dengan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas di Indonesia per Maret 2026.

Hanya dalam waktu 3 bulan, luas karhutla di provinsi ini mencapai 25.421 hektare (ha), jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Riau yang menduduki urutan kedua, sekaligus sebagai provinsi pertama yang berasal dari Pulau Sumatra. Dari Riau, total luas bencana karhutla menyentuh 8.555 ha.

Kepulauan Riau (Kepri) berada di peringkat ketiga dengan karhutla seluas 4.168 ha. Masih dari Sumatra, posisi berikutnya ditempati oleh Lampung dengan angka 3.315 ha.

Baca Juga: Ada 671 Kejadian Bencana di Indonesia per Maret 2026

Kalimantan Tengah menjadi pelengkap urutan lima besar dalam pemeringkatan provinsi dengan karhutla terluas di Indonesia ini, dengan luas bencana karhutla yang terjadi sebesar 2.634 ha.

Posisi keenam diisi oleh Papua Tengah. Satu-satunya provinsi asal Pulau Papua dalam daftar ini menyumbangkan luas bencana karhutla hingga 1.945 ha.

Aceh bertengger di bangku setelahnya. Per Maret 2026, luas karhutla yang terjadi pada provinsi paling barat di Indonesia ini mencapai 1.592 ha.

Peringkat berikutnya diduduki oleh provinsi asal Pulau Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah dengan angka karhutla berturut-turut seluas 1.411 ha dan 1.218 ha.

Maluku menutup pemeringkatan sepuluh provinsi dengan bencana karhutla terluas di Indonesia per Maret 2026 ini dengan luas bencana karhutla sebesar 1.099 ha.

Secara umum, daftar ini menunjukkan bahwa Pulau Sumatra menjadi wilayah yang paling mendominasi bencana karhutla melalui kemunculan empat provinsinya dalam daftar.

Di sisi lain, Pulau Kalimantan turut menyumbang dua provinsi dengan luas karhutla terbesar, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang keduanya juga masuk ke dalam urutan lima besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan terdapat potensi perkembangan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) pada semester kedua tahun 2026 dalam kategori lemah hingga moderat.

Ketika kedua pola iklim tersebut saling memperkuat, kekeringan akan melanda wilayah Indonesia. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengungkapkan perlunya mewaspadai dampak intensitas iklim ini, terutama karena beriringan dengan masuknya periode musim kemarau di Indonesia.

“Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau, fase El Nino-nya sedang aktif. Kondisi inilah yang terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

Untuk wilayah Kalimantan Barat, BMKG memprakirakan curah hujan mulai menurun sejak Mei, terutama di wilayah selatan khatulistiwa dan akan berlanjut hingga mencapai puncak musim kemarau pada Agustus hingga September, sebelum kembali meningkat pada Oktober.

Baca Juga: Angka Kejadian Karhutla Terus Naik, Masyarakat Wajib Waspada

Sumber:

https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/indikasi-luas-kebakaran

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook